bagustahukahanda.blogspot.com

Misteri Gunung Emas Tumpang Pitu

♠ Posted by Unknown in
Suatu hari, seorang penduduk setempat menemukan banyak sarang burung walet di sekitar hutan Gunung Tumpang Pitu, Pesanggaran, Banyuwangi. Ketika ia akan memanen keesokan harinya, ternyata sarang walet itupun sirna entah ke mana.


[​IMG]
Wilayah Banyuwangi memang diidentikkan dengan banyak misteri. Sebagian besar masyarakat di luar wilayah ujung timur Pulau Jawa tesebut selalu mengindentikkan peninggalan wilayah Kerajaan Blambangan ini dengan santet.

Cerita tentang penemuan sarang walet oleh penduduk di sekitar Gunung Tumpang Pitu yang kemudian hilang, hanyalah sebagian cerita mistis di sana. Cerita mistis lain begitu banyak berserakan menemani kehidupan masyarakat tetangga Pulau Bali ini.

Namun ketika melakukan investigasi ke sana, kenyataan berbeda sempat dirasakan awak tim investigasi. Apalagi saat memasuki wilayah Banyuwangi yang berbatasan dengan Kabupaten Jember, suguhan alam begitu menyegarkan pandangan.

Jalan berkelok-kelok dengan lebatnya hutan di kanan dan kiri jalan kawasan Alas Mrawan semakin memperlihatkan keindahan wilayah tersebut. Bahkan kesan mistis atau angker sama-sekali tidak mampu dirasakan karena tatapan penduduk di tepi jalan begitu ramah.

Setelah sekitar tiga jam menempuh perjalanan dari kota Jember, tim mencapai tempat tujuan, tepatnya di kawasan Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Di atas pantai itu, berdiri dengan tegap jajaran perbukitan bernama Gunung Tumpang Pitu.

Keberadaan gunung tersebutlah membuat mau berkunjung ke kawasan pantai selatan itu. Di sana terdapat penambangan emas, konon pemodalnya asal Jakarta yang kini dampaknya dicemaskan sebagian masyarakat di wilayah tersebut.

Di sekitar Pantai Pulau Merah, mendapatkan banyak informasi terkait keberadaan beberapa tempat di wilayah itu dari seorang perempuan penjual bakso. Dari perempuan itulah, cerita-cerita mistis di sekitar Banyuwangi kini mulai muncul kembali.

[​IMG]
Ilustrasi penambangan​

Ia bercerita tentang banyaknya harta karun di Gunung Tumpang Pitu. Perempuan itu juga menunjukkan contoh uang berbentuk koin berwarna keemasan yang sempat ditemukan dalam jumlah banyak. Misteri lain, banyak pula diceritakan perempuan paruh baya ini.

Ketika mulai bergerak untuk mendaki gunung, segerombolan pemuda yang ditemui tim sama sekali bersikap tidak ramah. Bahkan suara bisik-bisik terdengar dari kumpulan pemuda itu. “Kasih tahu kalau di atas (Gunung Tumpang Pitu) ada macan,” begitu kata salah seorang pemuda kepada teman-temannya.

Bagi tim, ucapan seperti itu tidak dapat dianggap biasa saja. Paling tidak perkataan tersebut merupakan reaksi ketidaksenangan atas kehadiran orang asing di wilayah tersebut.

Benar saja, ketika tim baru saja menyusuri jalan setapak sekitar tiga ratus meter menuju punggung Gunung Tumpang Pitu, beberapa orang yang sempat ditemui di jalanan ternyata semuanya kompak “tutup mulut”.

Tidak satupun dari mereka mau memberikan informasi terkait penambangan emas di gunung tersebut. Meski di antara mereka ada yang menyempatkan diri berbicara, tapi tak ada jawaban memuaskan muncul darinya.

Walaupun beberapa kali tidak memperoleh jawaban memuaskan, tim tetap terus melakukan perjalanannya. Hingga pada akhirnya, perjalanan tim sampai di sebuah tempat, Pura Segara Tawang Alun.

Apa yang ditunggu-tunggu kini mulai menunjukkan penampakannya, Banyuwangi yang sangat dikenal dengan dunia mistisnya, kini mulai menunjukkan tanda-tanda adanya dimensi tersebut lewat Pura Segara Tawang Alun yang ada di depan mata.

Jika dilihat sekilas, pura tersebut tidak berbeda dengan kebanyakan pura lainnya. Akan tetapi letakknya yang berada di kaki gunung dan hanya berjarak beberapa meter saja dari pantai laut selatan, posisi ini jelas menunjukkan bahwa pura tersebut bukan pura biasa.

Ragam Misteri

Ternyata, Pura Segara Tawang Alun memang bukan pura biasa. Budayawan Banyuwangi, Hasnan Singodimayan menuturkan, bahwa di kawasan tersebut dahulunya merupakan tempat pertapaanWong Agung Wilis.

“Di wilayah Banyuwangi sebelah selatan, dulunya tempat pertapaan Wong Agung Wilis. Tokoh setelah Prabu Tawang Alun pada abad 16 ini, berjuang melawan kompeni Belanda di daerah Grajagan sampai wilayah selatan hingga ke Pulau Merah,” demikian pemaparan Hasnan.

Masih menurut Hasan, hutan di sekitar pantai selatan, tepatnya di sepanjang Meru Betiri dan Alas Purwo sangat dipercaya masyarakat Banyuwangi sebagai tempat yang banyak menyimpan kekuatan mistis.

Cerita si penjual bakso tentang keberadaan sarang burung walet di sekitar gunung, ternyata bukan hanya monopoli masyarakat awam di sana. Hasnan pun mengatakan, bahwa di sana terdapat banyak sarang burung walet, tetapi dalam dimensi mistis.

Jika seseorang menemukan sarang walet tersebut pada saat tertentu, maka ia harus memanennya saat itu juga. Namun bila ia menunggu untuk memanennya di hari berikutnya, bisa dipastikan sarang tersebut telah lenyap seperti ditelan bumi.

Hal ini bukan terjadi lantaran ada orang terlebih dahulu memanen sarang tersebut. Sarang walet yang ditemukan, syaratnya memang harus dipanen saat itu juga. Cerita ini sangat dipercaya dan dipahami banyak penduduk di sana.

Begitu pula dengan keberadaan harta karun berupa koin emas yang ditemukan dalam jumlah besar, menurut Hasnan, koin emas tersebut merupakan sesaji persembahan masyarakat tempo dulu ketika melakukan upacara keagamaan.

“Akibat banyaknya sesaji itu, maka sekarang para kapitalis Jakarta termasuk Bupati Banyuwangi pun ikut-ikutan menganggap ada tambang emas padahal tidak ada sama sekali,” begitu lanjut Hasnan.

Jika pendapat si budayawan Banyuwangi saja seperti itu, yakni yakin tentang tidak adanya potensi tambang batuan emas di sana, maka bisa dibayangkan bagaimana keyakinan masyarakat di sana terkait potensi kandungan emas di gunung tersebut.

Masyarakat di sana tentu lebih yakin lagi, bahwa tidak ada potensi tambang batuan emas di sana. Bagi mereka, emas yang ada di Gunung Tumpang Pitu hanyalah emas berbentuk harta karun.

Sehingga untuk mendapatkan emas tersebut hanya diperlukan “laku batin” bagi mereka yang menginginkannya. Masyarakat awam di sana tentu tidak ada yang menyangkalnya, apalagi cerita itu telah ratusan turun temurun ke generasi berikutnya.

Benar saja, ketika tim menyempatkan diri berbincang-bincang dengan seorang pria paruh baya setelah pendakian Gunung Tumpang Pitu, lelaki itu menceritakan tentang adanya petilasan keramat dan gua di ketinggian gunung tersebut.

Menurut pria sederhana tersebut, goa tersebut merupakan tempat orang dahulu meletakkan sesaji berbentuk koin emas. Harta karun berbentuk koin emas inilah yang banyak diburu masyarakat di sana.

Sayangnya, pernyataan si budayawan ternyata berbeda dengan kondisi sesungguhnya di lapangan. Hasil investigasi menunjukkan, bahwa di Gunung Tumpang Pitu memang sedang ada akitvitas penambangan batuan emas.

Di wilayah penambangan tersebut, terdapat sekitar seratus pekerja, beberapa di antaranya terlihat orang kulit putih, konon mereka berasal dari Belanda dan Australia. Mereka dengan sebuah bendera perusahaan pertambangan tampak aktif mengebor batuan dari perut bumi di gunung tersebut.

Tampaknya masyarakat sekitar gunung dan Pantai Pulau Merah kecolongan. Emas yang menurut mereka hanya bisa didapatkan dengan upaya spiritual, ternyata justru bisa didapatkan lewat upaya rasional berbentuk pertambangan batuan emas.

Ya, perut bumi di Gunung Tumpang Pitu ternyata menyimpan kandungan batuan emas dengan potensi menggiurkan. Kini, sebuah perusahaan penambangan besar akan menikmati kilauan emas sesungguhnya. Lalu bagaimana nasib masyarakat di sana?

Fakta Unik Suku yang Melahirkan Wanita Cantik Seperti Bidadari

♠ Posted by Unknown in
Nggak cuma Indonesia saja yang memiliki ribuan suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, meski setiap suku punya ciri khas tersendiri, entah itu dari istiadat atau bentuk fisiknya. Nah ngomong-ngomong soal suku, kali ini ada salah satu suku yang jago banget melahirkan wanita cantik sedunia, bahkan saking terkenalnya banyak para jomblo yang nekat buat mampir ke sana buat mencari wanita idamannya, penasaran? Yuk simak ulasannya berikut ini ;

Mayoritas wanita keturunan suku satu ini selalu terlahir secantik bidadari
[​IMG]

Seperti yang dikatakan dalam pembukaan tadi, Uighur memang terkenal dengan deretan wanita cantiknya. Meskipun mereka mereka mendiami wilayah China, namun orang-orang Uighur sama sekali tak mirip dengan penduduk China kebanyakan. Mereka berkulit putih namun ada sedikit corak Arab-nya.

Beberapa orang bahkan terlihat seperti blasteran Asia Timur dan Juga Eropa. Hal yang bikin kagum lagi, adalah mata mereka yang coklat agak kehijauan yang unik dan berbeda dari orang kebanyakan. Tak cukup dengan itu, kadang beberapa wanita Uighur juga lahir dengan rambut pirang. Ibaratnya, di sini adalah tempat berkumpulnya wanita-wanita cantik.

Terletak di wilayah China tapi mereka bukan Chinese!
[​IMG]

Suku Uighur saat ini mendiami sebuah wilayah China bernama Xinjiang. Lokasi ini berada di daerah paling utara dan barat negeri tirai bambu tersebut. Xinjiang sendiri artinya adalah perbatasan baru. Secara administratif mereka masuk dalam wilayah cangkupan Republik China walaupun dari kulturnya sangat lain. Di Xinjiang suku Uighur menjadi mayoritas dan hidup berdampingan dengan suku-suku lain, misalnya Kazakh dan Han.

Sebelum resmi menjadi bagian dari China, suku Uighur dan Xinjiang berdiri sendiri. Namun pada tahun 1949 daerah mereka diklaim masuk ke dalam China. Hal ini pun membawa dampak munculnya protes besar-besaran. Namun akhirnya pada tahun 1955 Mao Zedong berhasil menyelesaikan ini, lalu Uighur dan Xinjiang akhirnya resmi berada dalam cakupan China.

Suku satu ini mayoritas Muslim
[​IMG]

Beberapa waktu lalu Xinjiang sempat jadi perhatian dunia soal kebebasan beragama di tempat tersebut. Seperti yang diketahui, Uighur yang mendiami wilayah ini mayoritas beragama muslim dan perlakuan pemerintah China ternyata sangat buruk terhadap hal tersebut.

Ramadhan lalu, gencar diberitakan jika pemerintah melarang muslim Uighur untuk berpuasa. Hal ini pun menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Namun China berdalih jika hal tersebut hanya isu belaka yang dibesar-besarkan media barat. Tak hanya soal larangan berpuasa, di tahun 1990 lalu muslim Uighur dilarang mendirikan masjid dan juga madrasah. Hal ini berujung kepada konflik yang akhirnya menghasilkan kebijakan Strike Hand, yang mana pemerintah jadi punya hak untuk mengatur segala sesuatu tentang keagamaan di tempat ini.

Keterikatan Kuat Antara Uighur dan Turki
[​IMG]

Jika dilihat dari sejarahnya, suku Uighur memang sangat erat kaitannya dengan bangsa Turki. Pasalnya, nenek moyang Uighur sendiri memang pecahan dari negara muslim tersebut yang akhirnya mendiami wilayah Xinjiang dan kemudian diklaim China. Jadi sangat tidak mengherankan jika dari fisik orang-orang Uighur memang agak identik dengan Turki.

Cukup miris melihat nasib suku Uighur sekarang. Dipaksa jadi bagian sebuah negara lalu diperlakukan seenaknya. Bahkan ada kabar yang mengatakan aksi tidak benar pemerintah China tersebut sudah berlangsung cukup lama. Kita doakan saja mudah-mudahan keadaan Uighur di Xinjiang bisa terus kondusif dan yang terpenting bisa melakukan aktivitas termasuk ibadah dengan tenang.

Palmerston, Pulau Terpencil

♠ Posted by Unknown in
[​IMG]
Pulau Palmerston adalah pulau karang di Kepulauan Cook di salah satu bagian yang paling terpencil di Samudera Pasifik, sekitar 3.200 km dari Selandia Baru. Pulau kecil di Pasifik ini tidak memiliki bandara, dan dikunjungi oleh kapal pasokan hanya dua kali setahun.

Perjalanan menuju pulau ini begitu panjang dan berbahaya dan hanya pengunjung yang pemberani yang berani datang mengunjunginya. Tapi ketenaran Palmerston bukan hanya berasal dari fakta bahwa itu adalah sebuah pulau surga yang sempurna, tetapi juga dari sejarahnya yang unik.

Palmerston Atoll terdiri dari sejumlah pulau berpasir di cincin koral yang mengelilingi laguna. Enam dari pulau-pulau berpasir tersebut memiliki ukuran yang signifikan termasuk Palmerston, Pulau Utara, Lee To Us, Leicester, Primrose, Toms, dan Cooks, yang luas total mereka hanya 2,6 kilometer persegi. Sedangkan Atol tersebut membungkus area seluas 56 kilometer persegi laut.

Orang pertama yang menginjakkan kaki di Palmerston adalah Kapten Cook pada tahun 1777, meskipun ia telah menemukan pulau itu tiga tahun sebelumnya pada perjalanannya yang lain.


Kapten Cook memberi nama pulau itu Palmerston. Pulau ini kemudian tetap tidak berpenghuni selama hampir satu abad sampai William Marsters, seorang tukang kayu dan pembuat kapal penangkap ikan paus, pada tahun 1860 melihat pulau ini.
William Marsters begitu terpesona dengan pulau tersebut dan tiga tahun kemudian ia kembali bersama istrinya, putri kepala pulau Cook yang lain, dan dua sepupunya dengan tujuan bermukim secara permanen di pulau itu.


[​IMG]

Karena Atol tersebut belum pernah ditinggali pada waktu itu, Marsters menggunakan kayu dari bangkai kapal untuk membangun dan mendirikan sebuah komunitas kecil, yang kemudian termasuk gereja, ruang sekolah dan rumah.
Marsters, bersama dengan tiga wanita, memiliki 17 anak-anak yang keturunan mereka membentuk populasi pulau Palmerston sekarang. Hari ini, Palmerston memiliki 62 penduduk, semua kecuali tiga adalah keturunan dari William Marsters.

Sebelum meninggal William Marsters, membagi-bagi pulau sehingga masing-masing dari tiga istri dan keturunan mereka memiliki bagian dari pulau utama dan masing-masing atol. Pengaturan ini masih berlaku sekarang.
Hari ini pulau Palmerston memiliki Dewan sendiri, yang mewakili pemerintah daerah, dan anggotanya dari tiga keluarga tersebut. Pernikahan dalam kelompok keluarga dilarang.

Para penghuni pulau Palmerston masih bangga dengan warisan Inggris mereka. Ini terlihat dengan mengibarkan bendera Inggris di acara-acara khusus, memiliki foto besar Ratu Inggris di rumah-rumah mereka. Meskipun dikelola oleh pemerintah Kepulauan Cook dibawah yurisdiksi Selandia Baru, pada tahun 1954 keluarga Marsters diberikan kepemilikan penuh atas pulau tersebut.

Kehidupan di Palmerston sederhana. Tidak ada toko, hanya ada dua toilet, dan air hujan dikumpulkan untuk air minum. Uang hanya digunakan untuk membeli persediaan dari dunia luar, bukan dari satu sama lain.
Listrik menyala dari pukul 06:00-12:00 setiap hari di pagi dan malam hari. Sebuah stasiun telepon baru dibangun menjadi satu-satunya link permanen ke dunia luar.

Ikan merupakan makanan pokok penduduk pulau dan satu-satunya ekspor mereka. Satu atau dua ton ikan parrot beku diambil oleh kapal suplai yang datang dua kali setahun untuk memberikan pasokan penting seperti beras dan bahan bakar.

Ekspedisi Snellius

♠ Posted by Unknown in
[​IMG]

Sejak masa Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC), penelitian laut sudah dilakukan, kendati terbatas pada eksplorasi rute komersial. Di masa setelahnya penelitian kelautan terus berkembang, terutama mengenai hidrografi (pemetaan laut) dan bilogi kelautan. Salah satunya melalui Ekspedisi Snellius.

Pada 1925, Kapten J.L.H Luymes, hidrografer Angkatan Laut Belanda, mengusulkan kepada Perkumpulan Geografi Kerajaan Belanda (KNAG), sebuah lembaga swasta, agar melakukan ekspedisi penelitian laut dalam di bagian timur Nusantara. Tujuan utamanya untuk penelitian geologi, biologi, dan meteorologi


Untuk menjalankan misi tersebut, sebuah kapal penelitian rancangan L. Troost dibangun di Belanda dengan bantuan Kementerian Pertahanan Belanda. Pembangunannya dimulai 23 Februari 1928 dan diluncurkan pada 14 Agustus. Kapal berbobot 1055 ton dan panjang 62 meter ini dilengkapi laboratorium, pengukur kedalaman laut, ruang gelap, dan lain-lain. Kapal ini dinamai Snellius, merujuk ilmuwan Belanda, Willebrord Snellius (1580-1626). Ekspedisinya pun dinamakan Ekspedisi Snellius.

P.M. van Riel, ketua departemen oseanografi dan meteorologi maritim dari Institut Meteorologi Kerajaan Belanda (KNMI), ditunjuk sebagai ketua ekspedisi. Dia ditemani beberapa peneliti seperti H. Boschma, Ph. H. Kuenen, A. Boelman, H. C. Hamaker, dan H.J. Hardon.

Kapal Snellius, dinakhodai Mayor Laut F. Pinke dengan awak dari Angkatan Laut, meninggalkan pelabuhan Den Helder pada Maret 1929 dan tiba di Surabaya pada akhir Mei. Di Surabaya, 67 pelaut Indonesia menggantikan kru-kru Eropa untuk membantu pengumpulan sampel geologi dan biologi.

Pada 27 Juli 1929, Snellius berlayar menuju pos-pos observasi di bagian timur Nusantara. Hampir di semua pos, tim ekspedisi melakukan pengukuran kedalaman laut dengan menggunakan teknik echo sounding; mesin yang mengeluarkan gelombang suara lalu menangkap kembali gelombang suara tersebut setelah dipantulkan dasar laut.

Selama ekspedisi mereka melakukan sekira 33.000 kali sounding, jauh lebih besar dibandingkan Ekspedisi Sibolga 30 tahun sebelumnya yang hanya 238 kali sounding.

Dari hasil pengukuran di kawasan Laut Banda, mereka menetapkan Palung Banda sebagai bagian laut yang terdalam di Hindia lebih dari 7.400 meter.






Pada 1984-1985, Ekspedisi Snellius II dilaksanakan, hasil kolaborasi pemerintah Indonesia dengan Belanda. Tujuannya meneliti keanekaragam hayati laut di Indonesia timur.

Sejarah Kerajaan Tarumanegara dan Terbentuknya Selat Sunda

♠ Posted by Unknown in
Tarumanegara adalah nama sebuah kerajaan Hindu pertama di Jawa Barat dengan rajanya yang terkenal bernama Purnawarman yang bertahta pada sekitar tahun 400 M. Demikian yang diajarkan di buku-buku sejarah yang pernah kita pelajari. Tetapi Slametmuljana (1980) dalam bukunya “Dari Holotan ke Jayakarta” dan Ayatrohaedi (1983) dalam artikelnya “Pustaka aiya-Raiya i Bhumi Nusantara”, menyebutkan bahwa sebelumTarumanegara, ada beberapa kerajaan Hindu yang mendahului Tarumanegara : Aruteun (Holotan), Salakanagara, Jayasinghapura, Argabinta, dan Hujung Kulon. Semua kerajaan ini ada di Jawa Barat mulai abad ke-1 sampai abad ke-5.


[​IMG]

Lalu, apa ada hubungannya dengan geologi sehingga saya menulisnya ? Mungkin ada. Kerajaan-kerajaan pendahulu Tarumanegara ini ada saat Sumatra masih bersatu dengan Sunda melalui jembatan darat yang melintasi gunung Krakatau. Sebuah peta kuno yang sumbernya tak jelas tetapi tercantum di dalam buku Daldjoeni (1992) : “Geografi Kesejarahan” menggambarkan ada semacam jembatan darat antara Sunda dan Sumatra.

Van Bemmelen (1952) dalam “De Geologische Geschiedenis van Indonesie” menulis di halaman 127 bahwa Selat Sunda sebelum tahun 1175 tak pernah diberitakan dapat dilewati kapal laut karena kondisinya belum memungkinkan. Gunung Krakatau belum merupakan pulau kecil seperti sekarang. Pulau-pulau besar kecil masih banyak berserakan di Selat Sunda.

Sumatra dan Jawa masih bergandeng menjadi satu. Perbatasan antara Swarnadwipa (Sumatra) dan Jawadwipa (Jawa) pada masa itu masih berupa suatu teluk yang menjorok jauh ke pedalaman di daerah Jambi. Demikian menurut catatan para pelaut Arab dan Cina (van Bemmelen, 1952, hal. 126-127).


Kondisi geografi ini nanti akan berpengaruh kepada seputar polemik para ahli sejarah tentang pusat Kerajaan Sriwijaya yang bercorak maritim apakah di Palembang atau di Jambi. Kerajaan Salakanagara meliputi Teluk Sunda (nantinya akan menjadi Selat Sunda), pulau-pulau di sekitarnya, dan Jawa Barat bagian barat. Rajanya yang pertama bernama Dewawarman I (130-168 M) yang berasal dari India. Sejumlah arca Syiwa dan Ganesha pernah ditemukan di Pulau Panaitan, Selat Sunda, itu adalah peninggalan2 Salakanagara.

Kerajaan Jayasinghapura (mulai tahun 340 M) adalah penerus Salakanagara dan diperkirakan beribu kota di kota Jasinga sekarang di sebelah barat Bogor. Rajanya yang terkenal adalah Dewawarman VIII (358-382). Tak diketahui banyak soal Kerajaan Hujungkulon dan Argabinta, tetapi melihat namanya, kedua kerajaan ini mungkin lokasinya ada di sekitar Ujung Kulon dan Cianjur Selatan.

Semua kerajaan pendahulu Tarumanegara ini tak meninggalkan prasasti, tetapi beberapa artefak-nya ditemukan. Kebudayaan menulis mungkin belum terbiasa saat-saat itu. Pengetahuan tentang keberadaan kerajaan-kerajaan ini berdasarkan cerita babad dan manuskrip para pelancong dari luar, juga dokumen2 Cina yang telah mengenal tulisan jauh lebih awal.

[​IMG]

Kerajaan Tarumanegara kemudian menggantikan Jayasinghapura. Rajanya bernama Purnawarman yang naik tahta pada 395 M dan berwilayah di sekitar aliran hilir Citarum sekarang. Dari Tarumanegara inilah mulai ditemukan prasasti-prasasti sisa kekuasaannya. Tapak kaki Purnawarman di prasasti2-nya menunjukkan wilayah kekuasaan Tarumanegara.

Pada saat yang bersamaan dengan Tarumanegara, di wilayah Jakarta sekarang terdapat sebuah kerajaan bernama Aruteun (Holotan). Tahun 430, 433, 434, dan 452 kerajaan ini tercatat mengirimkan utusan ke Kekaisaran Cina dengan maksud meminta bantuan atas gangguan terhadap Aruteun oleh kerajaan tetangganya (Tarumanegara). Apa daya, justru Holotan takluk kepada Tarumanegara pada 452. Kerajaan Tarumanegara sendiri berakhir pada tahun 686 oleh serangan Sriwijaya.

Sebuah petikan penting terdapat di sebuah buku berbahasa Jawa Kuno (“Pustaka Raja Purwa”) (dari Keys, 1999 : Catastrophe : A Quest for the Origins of the Modern Worlds). Pada tahun 416 ”Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada goncangan Bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Lalu datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula. Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatra”.

Di tempat lain, seorang bishop Siria, John dari Efesus, menulis sebuah chronicle di antara tahun 535 – 536 AD, “ Ada tanda-tanda dari Matahari, tanda-tanda yang belum pernah dilihat atau dilaporkan sebelumnya. Matahari menjadi gelap, dan kegelapannya berlangsung sampai 18 bulan. Setiap harinya hanya terlihat selama empat jam, itu pun samar-samar. Setiap orang mengatakan bahwa Matahari tak akan pernah mendapatkan terangnya lagi” (Keys, 1999).

Dokumen di Dinasti Cina mencatat : ”suara guntur yang sangat keras terdengar ribuan mil jauhnya ke baratdaya Cina” (Keys, 1999).Bisa dipastikan bahwa tahun-tahun itu telah terjadi sebuah bencana alam yang mungkin berupa letusan Krakatau (purba) yang meletus hebat, katastrofik, menenggelamkan jembatan darat antara Sumatra dan Jawa yang sebelumnya sudah ada dan melahirkan Selat Sunda.

Mau tidak mau, sedikit atau banyak, letusan katastrofik ini telah mempengaruhi peta politik kerajaan-kerajaan Hindu pertama di Jawa Barat. Kerajaan maritim terkuat di sekitar tahun-tahun ini adalah Sriwijaya. Maka, setelah ini, Sriwijaya yang mengandalkan kekuatan baharinya menjadi makin kuat dengan terbentuknya laut di antara Sumatra dan Jawa, dan kerajaan ini mulai menaklukkan kerajaan-kerajaan Hindu pertama di Jawa, yaitu di wilayah Sunda, Jawa Barat. Kelak, Sriwijaya pun mundur akibat sedimentasi sungai-sungai di wilayah timur Sumatra yang telah mengakibatkan perdagangan menjadi lesu sebab tak befungsinya pelabuhan-pelabuhan akibat sedimentasi.

Adalah karena sedimentasi Sungai Citarum dan Kali Bekasi serta kondisi rawa-rawa yang tak sehat yang telah menyebabkan kerajaan-kerajaan di Jawa Barat pindah ke pedalaman (Sunda, Galuh, Pajajaran), barangkali untuk menghindari efek sedimentai sungai di wilayah hilir.

Pada tahun 670 M, Citarum dijadikan batas dua kerajaan penerus Kerajaan Tarumanagara, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Kerajaan Sunda mempunyai wilayah dari sungai Citarum ke sebelah barat, sedangkan Kerajaan Galuh mempunyai wilayah dari Sungai Citarum ke sebelah timur.Sekali lagi, alam sedikit banyak memainkan peranan penting dalam maju mundurnya kerajaan-kerajaan pada masa silam.
 

Ngarot, Tes Perawan dari Indramayu.

♠ Posted by Unknown in
[​IMG]
Ngarot yang menurut bahasa Sunda berarti minum, merupakan arena pesta minum-minum dan makan-makan di kantor desa sebelum para petani mengawali menggarap sawah.

Awalnya, upacara tradisional Ngarot dirintis oleh seorang kuwu (kepala desa) pertama Lelea yang bernama Canggara Wirena, tahun 1686.

Sebagian masyarakat disana mempercayai bila Ngarot merupakan saat penting bagi para remaja untuk mendapatkan pasangan hidup. Jodoh yang didapat dari ritual Ngarot, dipercaya dapat membuat kekal pasangan suami istri.

Zaman dulu, upacara Ngarot bukanlah acara mencari jodoh, melainkan arena pembelajaran bagi para pemuda agar pintar dalam ilmu pertanian. Upacaranya pun hanya boleh diikuti para perjaka dan perawan.

Upacara ini dimulai pada jam 8.30 dengan berkumpulnya para muda-mudi berpakaian warna warni di halaman rumah Kuwu. Para gadis berbusana kebaya yang didominasi warna merah, berkain batik, berselendang, dan rambut kepala dihias rangkaian bunga. Setelah itu biasanya akan diselenggarakan pawai keliling kampung. Selesai pawai para gadis kembali ke balai desa dan diselenggarakan acara tradisional seperti ronggeng. Menurut warga, seni Ronggeng Ketuk dimaksudkan untuk ngabibita (menggoda) agar para jejaka dan gadis saling berpandang-pandangan, untuk selanjutnya saling jatuh cinta.

[​IMG]

Tuah negatif untuk kaum janda berlaku pada saat berlangsung acara pokok Ngarot. Yakni ketika acara saling tatap mata dengan para jejaka. Wajah janda atau gadis tapi sudah tak perawan, meskipun sebelumnya berwajah cantik, tiba-tiba menjadi buruk rupa. Otomatis ia tidak akan mendapatkan pasangan. Bahkan yang lebih menakutkan, jika janda dan gadis tak perawan tadi nekat mengikuti upacara Ngarot, ia tak akan mendapat jodoh seumur hidup.

Menurut warga di sana, sejak tahun 1990-an hingga sekarang, hampir 80 persen peserta Ngarot berhasil mendapatkan pasangan hidup menjalin rumah tangga dengan rukun.

Nebra Sky Disk, Peta Astronomi Tertua di Dunia

♠ Posted by Unknown in
[​IMG]

Pada tahun 1999, tiga perampok makam sedang menyisir hutan dekat Nebra, sekitar 180 km sebelah barat daya Berlin, Jerman, dengan menggunakan detektor logam ketika mereka tersandung pada harta yang luar biasa.
Daerah hutan ini telah menghasilkan benda-benda berharga di masa lalu karena disana terdapat beberapa pemukiman manusia tertua di Eropa. Kali ini para perampok berhasil menemukan dua pedang perunggu, dua kapak, pahat, beberapa fragmen dari gelang spiral dan disk perunggu mengkilap dengan tatahan emas. Yang paling berharga di antara benda-benda itu adalah adalah disk perunggu tersebut, dan para perampok tahu itu. Apa yang mereka tidak tahu adalah disk yang berharga ini adalah salah satu penemuan arkeologi paling signifikan abad ini.




Dua busur emas sepanjang di kedua sisi yang ditambahkan kemudian (satu hilang) menunjukkan sudut yang tepat antara posisi matahari terbenam saat soltis musim panas dan musim dingin pada garis lintang bukit Mittelberg, di mana Nebra Sky Disc ditemukan. Penambahan terakhir untuk disk adalah busur yang lain di bagian bawah dikelilingi dengan beberapa coretan yang maknanya tidak diketahui pasti, namun sering diartikan sebagai "The Sun Boat" (Perahu Matahari) dengan banyak dayung. Sekitar empat puluh lubang terdapat disekeliling disk.


[​IMG]

Setiap simbol pada disk adalah bagian dari sistem kepercayaan Eropa yang kompleks. Matahari disembah sebagai pertanda kehidupan di seluruh Eropa. Bulan digunakan sebagai simbol untuk menandai berlalunya waktu. Perahu Matahari menggambarkan mitologi dari periode ini yang mengatakan bahwa matahari selama malam melakukan perjalanan dengan menggunakan perahu surya. Pleiades digunakan sebagai penanda pertanian oleh petani dari peradaban kuno Mesopotamia dan Yunani Kuno. Gugus bintang ini muncul di bulan Maret dan menghilang pada bulan Oktober, sehingga petani tahu kapan mereka harus melakukan kegiatan pertanian tertentu.

Nebra Sky Disk yang membawa semua simbol ini bersama-sama dalam format portabel menggabungkan pemahaman yang luar biasa dari fenomena astronomi dengan keyakinan agama dari masa itu, menceritakan kepada para arkeolog untuk pertama kalinya apa yang orang-orang kuno benar-benar lihat, amati dan percayai. Disk yang luar biasa ini pada awalnya diyakini adalah palsu. Tapi analisis ilmiah yang rinci mengungkapkan bahwa disk setidaknya berusia 3.600 tahun dan adalah artefak otentik yang sangat berharga.

Para ilmuwan kuno telah memetakan bintang-bintang selama ribuan tahun. Karya-karya megalitik astronomis kuno dan kompleks seperti Lingkaran Goseck dan Stonehenge membuktikan bahwa manusia memiliki pengetahuan tentang bintang-bintang dan peristiwa astronomi dasar seperti gerhana dan soltis. Tapi gambar bintang realistis tidak muncul sampai 1400 SM di Mesir, dan ini awalnya dianggap yang tertua yang dikenal manusia, sampai penemuan Nebra Sky Disk.

Mungkin Nebra Sky Disk tidak akan menimbulkan keterkejutan yang besar jika ditemukan di Mesir atau di Yunani di mana peradaban mereka telah mencapai kecanggihan tingkat tertentu selama Zaman Perunggu. Tapi disk ini ditemukan di jantung kegelapan Eropa Utara yang memiliki reputasi primitif dan bar-bar. Di sini tidak ada kota-kota besar, tidak ada bentuk-bentuk awal tulisan, tidak ada tanda-tanda adanya filsafat. Sebaliknya, yang ada hanyalah batu-batu kasar yang disusun menjadi monumen membingungkan yang tujuannya tidak diketahui lagi saat ini. Segala sesuatu yang arkeolog telah teemukan di sini adalah pedang, tombak dan kapak yang menunjukkan masyarakat primitif. Tapi penemuan Nebra Sky Disk memaksa kita untuk mengubah pemahaman kita tentang bagaimana peradaban mungkin telah datang ke Eropa kuno.


[​IMG]

Miranda Aldhouse-Green, profesor arkeologi di University of Wales, mengatakan kepada BBC:
"Kita sedang berhadapan dengan orang-orang yang memiliki kemampuan luar biasa, tidak hanya keterampilan teknologi, tetapi juga kemampuan intelektual besar. Mereka mampu memahami dunia mereka, mereka mampu untuk menggambarkannya. Ada imajinasi yang luar biasa di sini, dan ada kemampuan untuk mengkodekan informasi dan keyakinan yang mereka turunkan dari generasi ke generasi. "

Misteri 5 Pohon Ajaib yang Ada di Dunia

♠ Posted by Unknown in
Pohon adalah tanaman yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Di dunia ini ada banyak pohon yang tumbuh, bahkan saking banyaknya tumbuhan pohon ini tidak bisa disebutkan dengan angka.

Pohon memiliki banyak manfaat untuk manusia, seperti sebagai pengahasil oksigen, penghasil makanan cadangan yang juga bisa dimakan oleh manusia, bisa juga menyerap air dari dalam tanah sehingga dapat mencegah kebanjiran. Ada juga pohon yang memiliki getah yang bisa digunakan untuk manusia.

Begitu banyak manfaat pohon bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, pohon sering dianggap sebagai lambang dari kehidupan manusia.

Di dunia ini memang ada banyak sekali pohon yang tumbuh, namun hanya ada beberapa pohon yang terkenal sejagad bahkan di dunia. Pohon yang terkenal ini pastinya memiliki keistimewaan tersendiri yang tidak di miliki oleh pohon lain.

Nah, mau tau pohon apa saja yang paling terkenal sejagad raya? Yuk, langsung saja kita simak yang berikut ini, seperti dilansir Merdeka.com.

1. Pohon Sirkus
[​IMG]
Pohon sirkus merupakan pohon yang memiliki berbagai jenis bentuk, seperti bentuk orang duduk, bentuk pria menari dan masih banyak lagi. Pohon ini memang sengaja dibentuk oleh seorang pria yang di tanamnya di depan halaman rumahnya. Pria tersebut bernama Alex Erlandson yang membuat pohon tersebut menjadi berbentuk yang sangat aneh, dan unik. Entah bagaimana ia membentuk pohon tersebut hingga sampai seperti itu, sampai saat ini pun Alex tidak memberi tahu bagaimana metode penanaman pohon tersebut. Yang pasti, pohon peninggalan Alex Erlandson tersebut masih di tanam di lahan Gilroy Gardens milik jutawan Michael Bonfante.

2. Pohon Methuselah

[​IMG]

Pohon yang selanjutnya adalah pohon tertua di dunia. Mau tau berapa umur poho tertua di dunia ini? Umurnya adalah 4845 tahun, yang berarti pohon ini sudah ada sejak tahun 2832 SM. Pohon ini merupakan pohon jenis Pinus longaeva yang tumbuh di White Mountains di Inyo County, California. Sampai saat ini pohon tersebut masih berdiri tegak di tempatnye tersebut.

3. Arbol del Tule

[​IMG]

Pohon yang satu ini adalah pohon raksasa yang terletak di kompleks gereja di tengah Kota SanTa Maria del Tule di Oaxaca, Meksiko. Pohon ini dinamai olle penduduk setempat adalah ahuehuete yang berarti “pria tua di air”. Pohon raksasa ini sempat disangka dari tiga pohon yang tumbuh berhimpitan, namun ternyata pohon ini hanya terdiri dari satu pohon saja, yang tumbuh sangat besar.

4. Pohon Kehidupan

[​IMG]

Pohon yang ke empat adalah pohon kehidupan yang sudah d tanam sejak tahun 1583. Pohon kehidupan ini sudah menjadi tempat wisata yang paling sering dikunjungi oleh banyak turis. Pohon kehidupan ini berada di Bahrain yang merupakan pohon yang bisa bertahan di gurun yang tandus. Sekitar 50.000 turis yang datan ke pohon ini setiap tahunnya hanya ingin melihat pohon ini.

5. Pohon Penjara Boab

[​IMG]

Pohon penjara Boab ini merupakan pohon raksasa yang memiliki celah atau lubang di batangnya Pohon ini terletak di Wyndham, Australia Barat. Pohon ini merupakan sejenis pohon Adansonia gregorii atau boab yang sangat besar. Awalnya celah di batang pohon ini terbentuk dengan sendirinya, namun setelah itu celah batang itu sengaja dipotong oleh polisi untuk diperbesar agar bisa dimasuki oleh manusia. Lalu polisi menjadikan pohon ini sebagai tempat tahanan para tawanana suku Aborigin.

Misteri Banjir Setinggi Gunung di Pedalaman Indonesia

♠ Posted by Unknown in
Sejumlah suku di Indonesia ternyata memiliki kisah banjir di masa silam yang bebas dari pengaruh agama samawi. Oleh karena itu, seorang ilmuwan dari Universitas Oxford, Inggris pun yakin, di Indonesia-lah, peradaban di Zaman Es dan kisah banjir berasal.

Hal ini diungkapkan Professor Stephen Oppenheimer yang mengarang buku Eden in The East: Benua yang Tenggelam di Asia Tenggara. Oppenheimer yang terjun langsung meneliti dari pedalaman Papua sampai Kalimantan, menemukan kalau kisah banjir di masa silam di kawasan Indonesia dan sekitarnya, lebih banyak dan beragam dari belahan dunia lain.

Umat Islam, Kristen dan Yahudi mengenal kisah banjir Nabi Nuh dari kitab suci. Sementara peradaban kuno lain dari Mesopotamia sampai India dan Yunani, punya versi sendiri yang mirip dengan kisah Nabi Nuh. Namun di Indonesia dan sekitarnya, kisah banjirnya bisa sangat berbeda.

Oppenheimer mengumpulkan kisah 'banjir setinggi gunung' dari Sabang sampai Merauke. Namun bedanya dengan kisah banjir Nuh, sebagian dongeng banjir di Indonesia tidak memuat cerita menyelamatkan diri dengan perahu.


[​IMG]

Oppenheimer pun menduga, suku-suku di pedalaman Indonesia khususnya di Indonesia timur, adalah keturunan dari mereka yang selamat pada saat Zaman Es, tanpa harus berimigrasi ke luar Indonesia. Dalam sebagian dongeng mereka, sang kakek moyang cukup naik ke puncak gunung yang tinggi.

Beberapa hewan memegang peranan penting dalam bencana alam itu. Misalnya saja penduduk Alor di NTT, menurut mereka ikan gergaji raksasa menenggelamkan benua dan memotong-motongnya menjadi beberapa pulau kecil.

Masyarakat di Pulau Seram punya dongeng nenek moyang meraka, yang diselamatkan dari banjir oleh elang laut yang membawa mereka ke sebuah pulau. Masyarakat Toraja pun punya dongeng banjir setinggi gunung dan mereka menyelamatkan diri naik palung tempat makan babi.

Suku Dayak Ot Danum di Barito, Kalimantan Selatan juga punya kisah banjir yang menenggelamkan benua kecuali dua gunung, dan mereka menyelamatkan diri ke gunung itu. Suku Dayak Iban punya Nabi Nuh versi mereka bernama Trow yang menyelamatkan diri naik lesung membawa hewan piaraan.

Masih banyak contoh dongeng banjir lain yang dikisahkan Oppenheimer dalam bukunya yang setebal 814 halaman itu. Meski pun ada unsur cerita yang sama dengan kisah banjir Nuh, namun secara keseluruhan kisahnya berbeda dengan dongeng banjir di kitab suci ataupun peradaban kuno lain.

Oleh karena itu, Oppenheimer menilai kisah banjir di Nusantara adalah orisinil dan sudah ada sebelum masuknya Islam dan Kristen ke kawasan ini. Itu sebabnya dia berpendapat kalau Indonesia dan kawasan Asia Tenggara adalah benua yang tenggelam saat banjir besar di akhir Zaman Es.

Oppenheimer masih menyimpan banyak kejutan lain di dalam bukunya. Jika Anda tertarik, silahkan membaca buku Eden in The East: Benua yang Tenggelam di Asia Tenggara.

10 Makhluk Mitologi yang ada di ARAB

♠ Posted by Unknown in
Di Arab pun, ada makhluk-makhluk gaib yang jadi legenda loh. Cekidot ke-10 makhluk mitologi dari Arab yang paling ditakuti di negeri seribu satu malam tersebut.

1. Bahamut
[​IMG]
Ini bukan Bahamutnya di serial Final Fantasy loh, beda, Bahamut disini adalah sesosok ikan besar yang berasal dari mitologi Arab. Dalam beberapa sumber, Bahamut digambarkan memiliki kepala yang menyerupai kuda nil atau gajah.


2. Dandan
[​IMG]
Dalam volume 9 yang terdapat pada buku 1001 malam, Dandan dikisahkan dalam bab Abdullah si Nelayan dan Abdullah si Merman. Diceritakan bahwa Dandan adalah ikan terbesar di laut dan merupakan musuh duyung. Dandan mampu menelan kapal dan seluruh awaknya dalam satu tegukan.


3. Falak
[​IMG]
Pernah dengar soal ilmu Falak?

Kalau pernah dengar, tau enggak artinya Falak? Well sebenarnya falak menurut mitos jazirah Arab adalah ular yang hidup di neraka. Ular ini dikatakan sangat besar hingga bisa menelan seluruh makhluk di bumi.


4. Ghoul
[​IMG]
Selain makhluk mitologi yang tergambar dengan jelas di buku 1001 malam, ada juga makhluk gaib yang menjadi mitos Arab Kuno, yaitu Ghoul, sejenis makhluk yang tinggal di kuburan dan tempat-tempat tak berpenghuni. Dalam bahasa inggris, Ghoul mempunyai arti secara harfiah "setan". Ghoul diyakini sebagai bapaknya setan.


5. Ifrit

[​IMG]
Jin yang tinggal di neraka ini dikenal sebagai jin yang sangat licik, diilustrasikan, Ifrit adalah makhluk bersayap api, baik perempuan atau laki-laki, yang tinggal di bawah tanah dan sering pergi ke reruntuhan. Menurut beberapa sumber, Ifrit hidup dalam sebuah masyarakat yang terstruktur di sepanjang garis suku Arab kuno, lengkap dengan raja-raja, suku, dan klan seperti manusia.


6. Jinn
[​IMG]
Pernah liat film kartun Alladin? Tahu makhluk yang bersamanya berwarna Biru? Itulah Jin, Jin adalah makhluk gaib yang menempati dunia paralel antara kita ama malaikat. Mereka dikatakan mempunyai sifat yang sama dengan kita. Yaitu bisa menjadi baik atau jahat.


7. Karkadan
[​IMG]
Dalam perjalanan Ibnu Battuta, ia pernah menyebut badak di India adalah Karkadann. Karkadann adalah binatang yang sangat kejam, dapat mengusir binatang sebesar gajah. Ia akan melawan gajah dan membunuhnya. Kemudian akan mengangkatnya di atas kepala dalam kemenangan menggunakan tanduk.


8. Marid
[​IMG]
Bukan Madrid, tapi Marid, Marid seringkali digambarkan sebagai jenis yang paling kuat dari jin. Mereka memiliki kemampuan untuk memberikan harapan kepada manusia. Tetapi biasanya membutuhkan pertempuran, ritual, atau penyembahan sebagai syaratnya.


9. Nasnas
[​IMG]
Menurut Edward Lane, penerjemah abad ke-19 dari The Arabian Nights, Nasnas adalah "setengah manusia, memiliki setengah kepala, setengah tubuh, satu tangan, dan satu kaki". Nasnas diyakini sebagai keturunan dari setan yang disebut Shikk.


10. Sandwalker
[​IMG]
Sandwalker digambarkan secara umum seperti kalajengking, namun dengan ukuran yang jumbo. Si doi memiliki cakar besar seperti kepiting, yang digunakan untuk membawa pergi korbannya. Ia mengubur diri dalam pasir pada siang hari untuk menghindari deteksi, dan keluar pada malam hari untuk makan. Jarang memangsa manusia, biasanya berburu unta atau kuda.

Misteri Dibalik Gunung Tidar "Paku Tanah Jawa"

♠ Posted by Unknown in
Di Magelang terdapat sebuah bukit yang berada di tengah-tengah kota. Bukit itu sangat terkenal karena menjadi salah satu tempaan para taruna AKABRI. Bahkan bukit itu menjadi salah satu ciri khas kota itu, namanya bukit Tidar atau yang lebih di kenal sebagai Gunung Tidar.

Konon Gunung Tidar merupakan pusat atau titik tengah Pulau Jawa.

Dahulu kala tanah Jawa ini masih berupa hutan belantara yang tidak seorangpun berani tinggal di sana. Sebagian besar wilayah Jawa ini dahulu masih dikuasai berbagai makhluk halus. Konon Tanah Jawa yang dikelilingi laut ini bak perahu yang mudah oleng oleh ombak laut yang besar.

Mau tak mau para dewa harus menciptakan sebuah paku raksasa, dan paku itu akan di tancapkan di pusat Tanah Jawa, yaitu titik tengah yang dapat menjadikan Pulau Jawa seimbang. Dan paku raksasa yang di tancapkan itu konon di percaya sebagaian masyarakat sebagai Gunung Tidar. Dan setelah paku raksasa itu ditancapkan, Pulau Jawa menjadi tenang dari hantaman ombak.
Menurut kepercayaan sebagian masyarakat Gunung Tidar pada mulanya hanya di tinggali oleh para jin dan setan yang konon di pimpin oleh salah satu jin bernama Kiai Semar.

Kiai Semar tidak sama dengan tokoh semar dalam dunia pewayangan.
Kiai Semar yang menguasai Gunung Tidar ini konon jin sakti yang terkenal seram. Setiap ada manusia yang mencoba untuk tinggal di sekitar Gunung Tidar, maka tak segan Kiai Semar mengutus anak buahnya yang berupa raksasa-raksasa dan genderuwo untuk memangsanya.

Alkisah, datanglah seorang manusia yang terkenal berani yaitu Syekh Subakhir
Sesampai kembali di Tidar, berpasang-pasang manusia yang telah diajak serta oleh Syekh Bakir tinggal lebih dulu di daerah sebelah timur Gunung Tidar yang sekarang dikenal sebagai desa Trunan. Konon desa itu berasal dari makna "turunan", ada yang mengatakan arti dari turunan itu adalah keturunan, tetapi ada yang menganggapnya sebagai daerah pertama kali sahabat-sahabat Syekh Bakir di turunkan dan tinggal di tempat itu untuk sementara waktu.

Setelah itu Syekh Bakir berangkat sendiri ke puncak Gunung Tidar untuk bersemedi. Tombak pusaka sakti Syekh Bakir ditancapkan tepat di puncak Tidar sebagai penolak bala.


[​IMG]
Tombak Pusaka Syekh Subakhir (www.jejakadventure.info)
Syeh Subakir memasang tumbal paku bumi yang ditancapkannya di puncak Tidar, sehingga semua mahluk halus pergi dan lari tunggang langgang masuk ke laut. Syang Yang Semar dan Sang Yang Togog yang mengetahui hal itu, langsung menemui Syeh Subakir guna melakukan negosiasi antara manusia dan mahluk ghoib. Mereka meminta agar tanah Jawa bisa didiami manusia untuk bertani dan berkembang biak tanpa ada gangguan dari mahluk-mahluk gaib.

Akhirnya disepakati perjanjian antara Syeh Subakir, Syang Yang Semar dan Syang Yang Togog untuk saling berdampingan menjaga dan menolong raja-raja tanah Jawa beserta kelangsungan hidup semua makhluk di tanah Jawa tersebut.

[​IMG]
Makam Syekh Subakir (Makam Syekh Subakir, di Gunung Tidar, Magelang. (VIVA.co.id)

Konon di puncak gunung Tidar, selain Syang Yang Semar juga banyak tokoh lain yang bersemayam seperti Pangeran Puboyo, Kyai Wijoyo Kusumo, Kyai Sepanjang, Kyai Shims Lodro dan Nyai Simo Lodro serta beraneka macam benda pusaka yang tidak terhitung jumlahnya.

Akhirnya sekarang gunung Tidar dijadikan cagar budaya, tempat religi spiritual serta tempat ziarah. Tidak kalah pentingnya, Dinas Pariwisata Kotamadya Magelang juga mendirikan Tugu Kemerdekaan di puncak Tidar.


 (sumber kabarindonesia.com)

Siapa Ayah Ken Arok Sebenarnya!

♠ Posted by Unknown in
[​IMG]

Suatu hari, Ken Endok mengantarkan makanan untuk suaminya, Gajah Para, di ladang. Di tengah jalan, dia dihadang dewa Brahma dan disetubuhi. Suaminya tahu dan menceraikannya namun lima hari kemudian dia meninggal dunia. Karena malu, Ken Endok membuang bayinya, Ken Arok, yang mengeluarkan sinar di malam hari.


Ken Arok hidup mengembara sebagai pencuri, perampok, pembunuh, dan pemerkosa. Dia dikejar-kejar rakyat dan utusan Tumapel atas perintah raja Daha (Kediri). Berkat bantuan dewa-dewa, dia selalu lolos. Bahkan dia diaku anak dewa Siwa dan penjelmaan dewa Wisnu.

Ken Arok menghambakan pada penguasa (akuwu) Tumapel, Tunggul Ametung, melalui perantaraan pendeta Lohgawe. Dia membunuh Tunggul Ametung dan menikahi istri mudanya, Ken Dedes, yang sedang mengandung tiga bulan. Dia pun menjadi akuwu di Tumapel. Semua itu dibiarkan saja oleh keluarga Tunggul Ametung dan rakyat Tumapel.

Setelah 40 tahun memimpin Tumapel, dia dinobatkan sebagai raja di Tumapel oleh para brahmana dari Daha. Sebagai raja, Ken Arok bergeral Sri Rajasa san Amurwabhumi.

Raja Daha, Dandan Gendis, pernah mengatakan hanya kalau Bhatara Guru sendiri turun ke bumi, kerajaannya dapat dikalahkan. Maka, atas izin para pendeta, Ken Arok memakai nama Bhatara Guru untuk menyerang dan mengalahkan Daha. Dia menjadi maharaja di Tumapel (kemudian terkenal dengan nama Singhasari) pada tahun 1222.

Kisah Ken Arok tersebut termuat dalam kitab Pararaton atau Katuturanira Ken Anrok (gubahan tahun 1478 dan 1486 tanpa disebutkan penggubahnya).

Sejarawan Slamet Muljana dalam Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit, menafsirkan Ken Arok sebagai anak dari hasil perbuatan tidak senonoh antara Ken Endok dan laki-laki lain, dewa Brahma.

Ahli efigrafi Boechari lebih tegas lagi, menyebut perbuatan tidak senonoh itu sebagai pemerkosaan. Tetapi, siapa pelakunya, yang dilambangkan sebagai dewa Brahma? Boechari menafsirkan penulis kitab Pararaton berusaha menutupi kenyataan bahwa pemerkosa Ken Endok ialah orang yang berkuasa atas wilayah dan rakyat di situ, yaitu Tunggul Ametung.

“Sebagai penguasa atau san amawa bhumi, dia luput jangkauan hukum, bahkan dia mempunyai kekuasaan untuk menyingkirkan laki-laki yang menjadi suami sah dari wanita yang berkenan di hatinya,” tulis Boechari dalam Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasastri.

Jika merujuk kitab hukum pada masa itu, pemerkosaan termasuk tindak pidana paradara; si pemerkosa bisa dijatuhi hukuman mati. Bahkan ada pasal yang menyebutkan suami perempuan yang diperkosa berhak membunuh si pelanggar kesusilaan itu.

Boechori menguraikan beberapa alasan mengapa Ken Arok adalah anak Tunggul Ametung dan Ken Endok. Dalam masyarakat yang berpegang pada caturwarna (pembagian masyarakat menjadi empat kasta: brahmana, ksatria, waisya, dan sudra), rasanya tidak mungkin seorang petani, yang setinggi-tingginya masuk kasta waisya(petani, prajurit, dan pedagang)dan tidak mustahil masuk kasta sudra (rakyat jelata), semudah itu dapat merebut kekuasaan dan mendapat dukungan para brahmana. Ken Arok juga dengan mudah diterima penghambaannya oleh Tunggul Ametung, yang pernah memerintahkan penangkapannya karena mengacaukan daerah Tumapel. Setelah membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok dengan mudah memperistri jandanya, Ken Dedes, dan menjadi penguasa Tumapel tanpa campur tangan keluarga Tunggul Ametung dan rakyat Tumapel.

Motif Ken Arok membunuh Tunggul Ametung mungkin pertama-tama karena cinta, yang kedua karena hak waris. Dia merencanakan membunuh ayahnya sebelum anak Tunggul Ametung dan Ken Dedes lahir. Setelah berhasil, dia memperistri Ken Dedes agar semua warisan, termasuk kekuasaan atas Tumapel, jatuh kepadanya. Untuk itu, Ken Arok memaksa Mpu Gandring menyelesaikan keris pesanannya dalam waktu lima bulan.

Dengan memperhatikan struktur sosial dan kepercayaan zaman dahulu, Boechari telah memberikan tafsiran lain atas cerita Ken Arok. “Mungkin pengarang Katuturanira Ken Anrok mau menyembunyikan dua hal, yaitu bahwa Ken Anrok terlahir di luar perkawinan, dan bahwa ia telah membunuh ayahnya sendiri,” tulis Boechari.

Ken Arok, pendiri dinasti Rajasa yang menurunkan raja-raja Singhasari dan Majapahit, meninggal pada tahun 1227 dan dimakamkan di Candi Kagenengan, kemungkinan terletak di atas Gunung Katu, Malang.

Bawean, Pulau Seribu Makam Wali

♠ Posted by Unknown in
Diantara makam-makam tersebut seperti makam Maulana Umar Masud, makam panjang di Tinggen, makam Purbonegoro, makam Waliyah Zainab, makam Jujuk Campa, makam Cokrokusumo dan makam-makam lain.
Jika makam-makam bersejarah tersebut dikelola dengan baik akan memberikan mamfaat baik secara batin (spiritual) maupun secara zahir (ekonomi).
Hal-hal teknis untuk mengelolah makam tersebut seperti perawatan makam, dirikan suatu bangunan yang unik atau mihrab di atasnya seperti makam-makam parawali lainnya. Disamping itu, tentu harus memberikan penerangan akan sejarah setiap tokohnya.
Pemberian catatan atau informasi tentang perjalanan hidup sang tokoh semasa hidupnya kepada para pengunjung. Selain itu, menyediakan tempat yang agak luas yang memungkinkan pengunjung bisa melakukan tirakat di sekitar makam tersebut.
Jika tempatnya indah bersih dan menarik serta ditunjang oleh pancaran sirr makam wali tersebut maka masyarakat umum, para pecinta spiritual dan ahli kebatinan akan berdatangan dari segala penjuru negeri.
Kubur Mas Bawang
Kubur Mas Bawang secara administratif terletak di Desa Teluk Dalam Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean. Kubur tokoh ini berada di tengah pekuburan umum Desa Teluk Dalam yang terletak di sisi Utara lapangan sepak bola.
Kubur atau makam tokoh ini nampak menonjol ditengah pekuburan umum. Pemberian bangunan berupa cungkup beratap seng yang menaungi kubur tokoh Mas Bawang dan kubur pendamping lainnya merupakan pembeda dari makam kebanyakan. Cungkup kubur tersebut tidak memiliki dinding pada keempat sisinya.
Di bagian luar cungkup terdapat pagar batu berbahan batu kali. Batu kali itu tertata meninggi hingga satu meter. Uniknya, dinding itu tidak menggunakan semen sebagai perekatnya. Pagar batu tersebut berdenah empat persegi panjang dengan lebar 5 M, panjang 13 M dengan tinggi 1 M.
Yang juga menarik dari kompleks kubur Mas Bawang ini adalah ditemukannya batu-batu nisan berbentuk gada dan berbagai hiasan di sekitar kubur tokoh.
Makam Jirat
Makam tokoh ini menjadi satu dengan empat makam lainnya. Letaknya di dalam cungkup. Makam Jirat tersebut juga menggunakan bahan batu kali yang tidak dibentuk dan di tata meninggi tanpa perekat.
Areal di dalam jirat tersebut lebih tinggi di bandingkan lantai halaman di dalam kompleks pagar. Jirat tersebut berdenah empat persegi panjang dengan memiliki ukuran panjang 323 cm dan lebar 173 cm dengan tinggi dari halaman kubur 24 cm.
Makam Embhe Rambheje
Secara administratif berada di wilayah Dusun Suwaritimur, Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura. Letak makam tokoh ini di halaman belakang Masjid Suwari Timur yang dikelilingi desa. Untuk menuju ke lokasi kubur ini dari jalan lingkar Bawean yang melalui Desa Suwari, masuk melalui jalan desa yang telah diperkeras dengan beton cor sejauh 30 meter melalui desa. Diujung jalan masuk kita akan sampai ke Masjid Suwari Timur.
Makam Embhe Rambheje dikelilingi kuburan masyarakat Dusun Suwari Timur. Namun pekuburan ini saat ini telah tidak dipergunakan lagi. Makam Embhe Rambheje akan terlihat mencolok ditengah kuburan lainnya. Fitur sebagai pembeda dengan makam lainnya adalah ada pagar batu yang melingkari kubur ini.
Berdasarkan cerita tutur yang berkembang di masyarakat Suwari, tokoh Embhe Rambheje adalah merupakan tokoh pembawa Agama Islam di desa tersebut. Melalui peran tokoh ini masyarakat Suwari akhirnya menjadi pemeluk Agama Islam. Sebagai tokoh yang mengajarkan syariat Islam, Embhe Rambheje juga mendirikan masjid Suwari Timur yang kini berada dalam satu kompleks dengan makam beliau.
Makam Kuna di Tambak
Makam atau Kubur kuna yang dimaksud di sini terletak ditepi jalan lingkar Bawean yang berhimpit dengan garis pantai. Secara administratif lokasi makam ini termasuk dalam wilayah administrasi Desa Pekalongan Kecamatan Tambak. Makam kuna ini berada di tengah pekuburan umum Dusun Tunjung Desa Pekalongan.
Saat ini makam kuna ini telah diberi bangunan cungkup dengan menggunakan kontruksi beton dengan atap asbes tanpa dinding yang merupakan bangunan baru. Jirat kuburnyapun telah ditinggikan dengan batako dengan lapisan semen.
Keberadaan kubur kuna ini di Bawean baru ramai di bicarakan orang sejak tahun 1995-an. Menurut keterangan masyarakat sekitar, pada awalnya masyarakat sekitar dan Bawean pada umumnya kurang memperhatikan keberadaan kuburan tersebut. Namun seiring dengan semakin banyaknya peziarah yang datang dari Jawa ke makam tersebut, maka mulai berkembanglah cerita tentang keberadaan kuburan tokoh tersebut.
Berdasarkan keterangan peziarah dari Jawa yang kami temui di lokasi kuburan ini, menyatakan bahwa kuburan tersebut merupakan kuburan tokoh Sunan Bonang, salah seorang dari wali songo yang ada di tanah Jawa.
Menurut peziarah tersebut Sunan Bonang meninggal dan dikuburkan dilokasi ini dalam upaya beliau menyiarkan Agama Islam. Namun setelah diketahui oleh para santri dan pengikutnya yang berada di Tuban, mereka bermaksud untuk memindahkan kuburan Sunan Bonang dari lokasi di Bawean ke Kota Tuban.
Dalam upaya tersebut santri dan pengikut dari Tuban, tidak sepenuh niatan mereka berhasil dilaksanakan, karena yang berhasil dipindahkan hanyalah kain kafannya saja. Sedangkan jasadnya tidak bisa dipindahkan dari Bawean. Namun sebagian peziarah dari Jawa yang datang ke Bawean menyebutkan bahwa kubur Sunan Bonang memang di Bawean. Namun kubur tersebut bukan yang berada di Kecamatan Tambak ini. Melainkan berada di Desa Pudakit Barat Kecamatan Sangkapura yang di Bawean dikenal dengan Jujuk Tampo.
Peninggalan arkeologi yang menarik disekitar kuburan di Bawean ini adalah ada 4 buah nisan bergaya bentuk gada dan 2 buah berbentuk pipih yang menggunakan bahan batu andesit. Meskipun kuburan tersebut hanya dikenal sebagai kuburan para santri tokoh utama di kompleks ini, gaya bentuk nisannya merupakan peninggalan arkeologi yang cukup langkah khususnya wilayah Bawean yang masih wilayah Kabupaten Gresik itu.
Kubur KH Fahruddin
Kubur tokoh ini di pekuburan umum Dusun Pakalongan Temor Desa Pakalongan Kecamatan Tambak. Kubur ini tidak memiliki bangunan cungkup.
Tidak seperti umumnya kuburan Islam, pada kubur tokoh ini tidak ditemukan unsur nisan yang biasanya didirikan dalam struktur jirat yang mengelilinginya. Pada kubur ini hanya ditemukan struktur jirat yang menggunakan bahan fosil karang.
Pada bagian kepala dan kaki kuburan, bentukan jiratnya meninggi dengan pola bangun setengah lingkaran menyerupai gunungan
Makam KH Khatib
Makam KH Khatib berada di tengah pekuburan umum Desa Pakalongan Kecamatan Tambak. Makam ini tidak memiliki bangunan cungkup dan terkesan tidak berbeda dengan kuburan umumnya yang ada ditempat tersebut. Jirat dan nisan kuburnya telah direhab oleh pihak keluarga yang kini dilapisi dengan keramik modern.
Berdasarkan cerita tutur yang ada di masyarakat Bawean, tokoh ini merupakan orang pertama yang membawa dan mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama 'di Pulau Bawean.
Beberapa kalangan dari pemimpin wilayah NU Jawa Timur menyatakan bahwa KH Khatib merupakan salah seorang kyai yang masa hidupnya sejaman dengan KH Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang. Bersama Hasyim Asy’ari, beliau aktif sebagai salah seorang perintis pendiri Nahdlatul Ulama '.

Makam Waliyah Zainab
Makam ini terletak di Desa Diponggo Kecamatan Tambak Pulau Bawean, di kaki bukit yang jaraknya dari pantai sekitar 350 M. Kubur ini di halaman belakang masjid Desa Diponggo yang konon katanya masjid ini didirikan oleh Waliyah Zainab.
Cungkup kubur ini telah direhab oleh masyarakat setempat yang saat ini berdinding tembok dengan kontruksi beton cor beratap genteng. Jirat kubur sebagai unsur yang masih merupakan peninggalan arkeologi, menggunakan bahan batu kapur Gresik yang dibentuk persegi empat.
Jirat kubur ini bentuknya mengesankan adanya kesamaan dengan beberapa jirat kubur yang ada di Gresik meskipun dalam bentuk dan ornamen yang jauh lebih sederhana.
Tokoh Waliyah Zainab menurut cerita yang berkembang di Bawean adalah merupakan istri kedua dari Sunan Giri yang bernama Dewi Wardah. Dewi Wardah merupakan putri Sunan Bungkul di Surabaya yang diperistri berkat penemuan buah delima oleh Sunan Giri dalam sebuah sayembara.
Namun Dewi Wardah merasa kurang bahagia menjadi istri kedua dari Sunan Giri, sehingga ia memilih untuk menetap di Bawean sebagai kader penyiar Agama Islam.

Kubur Jujuk Tampo
Kubur ini terletak di Dusun Tampo Desa Pudakit Barat Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean Kabupaten Gresik. Kubur tokoh yang bernama Jujuk Tampo ini berada diatas sebuah struktur batu alam yang ditata sedemikian rupa berbentuk meninggi dengan 3 buah teras undakan. Pada setiap inti undakan memiliki bidang datar yang cukup luas, di teras ketiga teratas ditemukan dua buah kuburan dengan dua pasang nisan yang salah satunya dikenal dengan kubur Jujuk Tampo.
Hingga saat ini tidak ditemukan data yang bisa menerangkan tentang identitas sang tokoh yang dikubur ditempat tersebut secara valid. Keterangan warga setempat hanya menceritakan tentang kejadian proses meninggalnya sang tokoh Jujuk Tampo. Meninggalnya tokoh Jujuk Tampo adalah akibat dibunuh oleh orang dari Desa Patar Selamat yang menuduh Jujuk Tampo sebagai pencuri sapi milik warga Patar Selamat yang hilang. Karena tuduhan tersebut tidak terbukti kebenarannya, seluruh warga Patar Selamat dikutuk agar tidak berziarah ke kuburan beliau. Bila ada warga Patar Selamat yang melanggar sumpah tersebut, maka di Bawean akan terjadi hujan deras dalam beberapa hari.
Tidak adanya data arkeologi dan sejarah yang bisa menjelaskan tokoh yang dikubur dengan julukan Jujuk Tampo tersebut telah pula melahirkan cerita baru yang menghubungkan Jujuk Tampo dengan Laksamana Ceng Hoo? Saya sendiri tidak menemukan data tentang hubungan diantara keduanya setelah saya baca buku yang baru terbit di tahun 2008 ini. Bukankah intuisi tidak termasuk dalam metodologi ilmu.

Makam Mbhe Ghuste
Makam Mbeh Ghuste berada di punggung bukit yang termasuk dalam wilayah Desa Komalasa Kecamatan Sangkapura. Kubur tersebut merupakan kuburan tunggal yang disekelilingnya berupa semak belukar. Untuk menuju lokasi kuburan tokoh ini dari jalan Desa Komalasa yang telah bisa dilalui kendaraan bermotor, kita masih harus berjalan kaki melalui jalan setapak yang terjal berbatu ditengah semak belukar yang tinggi.
Makam Mbeh Ghuste tidak memiliki bangunan cungkup. Sebagai penanda keberadaan kuburan ini. Berdasarkan cerita tutur yang berkembang di masyarakat Desa Komalasa, Mbeh Ghuste dikenal sebagai salah seorang kader Agama Islam yang awal di Desa Komalasa Pulau Bawean. Selain itu tokoh ini dikenal sebagai seorang tabib yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengobati penyakit. Konon lebih dari 41 macam penyakit yang bisa diobati oleh tokoh ini. Namun keterangan lebih jauh tentang asal dan masa hidup tokoh tersebut tidak ditemukan dalam cerita tutur maupun data sejarah.

Makam Mbhe Rato
Kubur ini berada di pekuburan umum Desa Dheun yang terlentak di tepi jalan lingkar Pulau Bawean. Keletakan tersebut menjadikan kuburan ini sangat mudah untuk di kunjungi. Secara administratif kubur ini termasuk dalam wilayah Dusun Dheuneler, Desa Dheun Kecamatan Sangkapura.
Berdasarkan cerota tutur yang berkembang di masyarakat Dheun, disebutkan bahwa tokoh Mbhe Rato saat hidupnya merupakan pemimpin atau penguasa lokal yang sekarang seperti kepala desa di wilayah Dheun.

Makam Jujuk Neisela
Makam Jujuk Neisela ini berada di lokasi yang hingga kini masih sangat sulit untuk didatangi. Keletakan kubur ini yang berada di punggung gunung dengan akses jalan yang hanya berupa jalan setapak pencari rumput yang sangat jarang di lalui, menyebabkan kesulitan untuk menenukan lokasi kubur ditengah rimbun semak-semak. Secara administratif kubur ini termasuk dalam wilayah Dusun Bhelibhekeler, Desa Balikterus Kecamatan Sangkapura, yang keletakan desanya berada dibagian tengah Pulau Bawean yang berbukit-bukit. Makam ini tanpa dilengkapi dengan bangunan cungkup.
Berdasarkan cerita tutur yang berkembang di masyarakat Bawean, khususnya di Desa Balikterus, menyebutkan bahwa tokoh Jujuk Neisela merupakan salah seorang khadam atau pembatu Waliyah Zainab atawa Dewi Wardah yang meninggal dalam perjalanan pengungsi sebelum akhirnya Waliyah Zainab menetap di Desa Diponggo.

Makam Purbonegoro
Letak makam Purbonegoro berada di kaki bukit Malokok yang termasuk dalam wilayah Desa Gunungteguh Kecamatan Sangkapura. Lokasi kuburan Purbonegoro merupakan pekuburan umum untuk masyarakat sekitar lokasi dan lokasi penguburan bagi mereka yang masih memiliki hubungan darah atau keturunan Purbonegoro.
Untuk menuju kelokasi kuburan ini cukup mudah karena keletakannya yang masih berada dalam kawasan kota Kecamatan Sangkapura.
Halaman cungkup kubur Purbonegoro yang merupakan kaki bukit Malokok dibuat berundak lima. Setiap undakan diberi dinding talud yang menggunakan batu koral yang dibentuk persegi empat panjang tanpa diberi perekat. Empat dinding talud terbawa, saat ini hampir seluruh bagiannya sudah tertimbun tanah. Sedangkan dinding talud teratas yang sekaligus terhubung dengan pagar, hingga kini masih dapat teramati walaupun pada banyak bagiannya telah runtuh.
Kondisi bangunan cungkup tersebut dalam kondisi rusak berat. Didalam bangunan cungkup pertama tersebut terdapat 2 buah bangunan cungkup kedua dan 7 buah kuburan. Cungkup kedua yang berada didepan pintu masuk cungkup pertama merupakan cungkup kedua kubur Purbonegoro. Kedua cungkup kubur tersebut menggunakan bahan kontruksi kayu yang meskipun kini dalam kondisi rusak berat dan fragmentaris, namun masih menampakkan kemegahan bentuk dan hiasannya.

Begitupula dengan jirat dan nisan kubur yang lainnya, juga menggunakan bahan kayu dengan pola hias yang kompleks yang kini dalam kondisi rusak berat. jirat kubur Purbonegoro menggunakan bahan kayu dengan pola hias suluran bunga teratai yang memenuhi hampir seluruh bidang badan jirat yang berundak dua.
Nisan ini memiliki hiasan antefik pada keempat sudut pinggangnya. Sisi pinggir nisan diberi hiasan suluran tumbuhan yang mengelilingi bingkai persegi lima. Di dalam bingkai segi lima sisi dalam nisan terdapat kaligrafi yang menyebutkan wafatnya Panembahan Adi pada hari senin, Tanggal 11 Jumadil Akhir Tahun Alif. Sedangkan pada sisi luar nisan di dalam bingkai segi lima diberi hiasan suluran tumbuhan yang memenuhi bidang. Nisan ini memiliki ukuran lebar 23 cm, tebal 17 cm, tinggi 47 cm dengan jarak antar nisan sejauh 122 cm.
Berdasarkan data lisan dan sejarah yang ada di Bawean, Purbonegoro merupakan keturunan Umar Mas'ud yang menjadi penguasa ke-enam dengan gelar pangeran yang pemerintahannya berlangsung antara tahun 1720-1747 M. Data sejarah dan lisan tersebut berbeda dengan inskripsi yang tertulis di nisan.
Makam Syech Maulana Umar Mas'ud
Tokoh Umar Mas'ud yang dalam tradisi lisan dan tulis masyarakat Bawean dikenal sebagai penyebar Agama Islam di Bawean, terletak di dalam kompleks Masjid Jamik Sangkapura yang konon masjid tersebut didirikan oleh Umar Mas'ud. Secara administratif kubur ini termasuk kedalam wilayah Desa Kotakusuma Kecamatan Sangkapura yang menempati lokasi di sisi Barat Alon-alon kota Kecamatan Sangkapura.
Kubur Umar Mas'ud berada di sisi belakang kompleks Masjid Jamik dengan pagar pembatas yang menyatu dengan pagar masjid. Sebuah cungkup yang telah direnovasi dan kini cungkup tersebut berdinding tembok semen baru menaungi dua buah kuburan, yakni kubur Umar Mas'ud beserta istrinya.
Nisan kuburan yang kini terpasang pada jirat merupakan nisan baru yang menggunakan bahan kayu jati. Sedangkan dua pasang nisan asli dari dua buah kuburan tokoh ini masih tersimpan di dalam bangunan cungkup dalam kondisi utuh dan baik.
Tokoh Umar Mas'ud dalam sejarah Paulau Bawean dikenal sebagai tokoh penyiar agama Islam yang datang ke Bawean dan mengalahkan penguasa Bawean dikala itu yang bergelar Raja Babi sebagai raja Kerajaan Lubek dalam sebuah duel. Setelah berhasil mengalahkan Raja Babi yang seketika itu meninggal dunia, Umar Mas'ud mengangkat dirinya sebagai penguasa Pulau Bawean dan memindahkan pusat kekuasaan dan pemerintahannya dari Panagih di Desa Lebak ke Bengko Dhelem yang kini berada di Dusun Dejebheta Desa Sawahmulya.
Dimasa pemerintahannya ini Umar Mas'ud mendirikan Kota Sangkapura dengan konsepsi kota Islam Jawa yang diadaptasi dengan kondisi geografis setempat. Bentuk adaptasi konsepsi tata kota Islam Jawa tersebut nampak dari penempatan keraton pusat pemerintahan yang di Bawean dikenal dengan Bengko Dhelem di sisi Utara Alon-alon dan pasar di sisi Selatan Alon-alon. Sedangkan masjid Jamik tetap berada di sisi Barat dari Alon-alon.
Pemerintahan Umar Mas'ud di gantikan oleh anak keturunannya pada saat beliau wafat pada tahun 1630M yang kehilangan kedaulatannya sehubungan dengan naiknya kembali kekuatan pemerintah di tanah Jawa pasca Majapahit.

Makam Cokrokusumo
Menurut wilayahnya, makam Cokrokusumo masuk dalam Desa Sungaiteluk Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean. Lokasi makam ini berada ditepi persimpangan jalan kecamatan yang telah beraspal, sehingga kuburan ini cukup mudah untuk di kunjungi. Kubur Cokrokusumo yang bagi masyarakat Sangkapura juga dikenal dengan nama Congkop Naghesare, dikelilingi oleh kompleks pekuburan besar yang terpisahkan oleh jalan kecamatan yang melintas ditengahnya.
Di dalam bangunan cungkup kubur ini terdapat beberapa kuburan tua. Tiga buah kuburan dari tokoh utama yang ada di dalam cungkup kubur ini diberi bangunan cungkup kedua. Cungkup kubur Cokrokusumo berada di bagian tengah yang diapit oleh dua cungkup lainnya.
Kaligrafi yang tertulis pada bagian sisi dalam nisan, memiliki isi yang berbeda antara nisan kepala dan nisan kaki. Kaligrafi pada nisan kepala berisi wafatnya Kanjeng Rahadian Tumenggung Purba Negara pada tanggal 29 Ramadhan 1235. Sedangkan pada nisan kaki menyebutkan wafatnya Kanjeng Rahadian Tumenggung Panji Cokrokusumo pada tanggal 29 Ramadhan 1285 Hijriyah.
Berdasarkan data sejarah yang ada di Pulau Bawean, tokoh Cokrokusumo merupakan keturunan Umar Mas'ud yang kemudian bertahta pada Bawean pada Tahun 1747 sampai 1789 M. ia kemudian menjadi penguasa ke lima sejak Pulau Bawean direbut oleh Umar Mas'ud yang sekaligus menjadi penyiar Agama Islam di Pulau Bawean setelah mengambil alih kekuasaan dari raja animism.

Hot Topics