bagustahukahanda.blogspot.com

Misteri dan Kisah Dibalik Danau Qorun

♠ Posted by Unknown in
Hampir semua umat Islam di seluruh dunia, pernah mendengar kisah Qarun. Ia adalah seorang yang sangat kaya raya, dan hidup sezaman dengan Nabi Musa AS. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, Qarun adalah anak dari paman Musa. Kisah Qarun ini secara lengkap dapat dilihat dalam surah al-Qashash [28] ayat 76-82.

Menurut situs wikipedia , Qarun adalah sepupu Musa, anak dari Yashar adik kandung Imran ayah Musa. Baik Musa maupun Qarun masih keturunan Yaqub, karena keduanya merupakan cucu dari Quhas putra Lewi. Lewi bersaudara dengan Yusuf anak dari Yaqub, hanya berbeda ibu. Silsilah lengkapnya adalah Qarun bin Yashar bin Qahit/Quhas bin Lewi bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim.

Qarun dikenal sebagai orang yang sangat kaya. Kekayaannya membuat iri orang-orang Bani Israil. Karena kekayaannya itu pula, Qarun senantiasa memamerkan dirinya kepada khalayak ramai. Bahkan, begitu banyak kekayaan yang dimilikinya, sampai-sampai anak kunci untuk menyimpan harta kekayaannya harus dipikul oleh sejumlah orang-orang yang kuat. (Al-Qashash [28]: 76).

''Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat.''

Sejumlah ulama mengatakan, yang dimaksud dengan lelaki yang kuat itu adalah diperkirakan tenaganya antara 10 sampai 40 lelaki di masa kini. Hal ini dikarenakan, kunci-kuncinya sangat berat dan tempat untuk menyimpan harta kekayaan Qarun sangat besar.



Qarun menganggap dirinya memperoleh harta itu karena kemampuan (ilmu) yang dimilikinya. Hal itu tampak dari pernyataannya yang termaktub dalam surah Al-Qashash [28]: 78. ''Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.''

Menurut para mufassir (ahli tafsir), Qarun ke luar dalam satu iring-iringan yang lengkap dengan pengawal, hamba sahaya, dan inang pengasuh untuk memperlihatkan kemegahannya kepada kaumnya. ''Maka, keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya.'' (Al-Qashash [28]: 79).

Menurut sejumlah riwayat, ketika Qarun memamerkan harta kekayaannya, ia menggunakan pakaian yang sangat mewah, jumlah harta benda yang dibawanya harus diangkut oleh 60 ekor unta, dengan didampingi sebanyak 600 orang pelayan yang terdiri atas 300 laki-laki dan 3000 orang perempuan. Saat itu, Qarun juga dikawal sebanyak 4000 orang dan diiringi oleh sebanyak 4000 binatang yang ternak yang sehat. 

Karena kemegahan dan keindahan pakaian yang dimiliki Qarun, orang-orang yang menyaksikannya, juga menginginkan kekayaan seperti yang dimiliki Qarun.''Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: ''Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.'' (QS 28:79).

Menurut beberapa riwayat, sebelumnya Qarun adalah seorang hamba yang saleh dan miskin. Ia memohon kepada Nabi Musa untuk mendoakannya agar dirinya memiliki sejumlah harta. Dan, doa itu dikabulkan, hingga dirinya menjadi kaya raya. Namun, menurut sejumlah riwayat pula, azab ditenggelamkannya Qarun, juga karena doanya Nabi Musa yang dikabulkan Allah, akibat Qarun tidak mau bersyukur dalam malah menyombongkan diri. Ia juga tak mau menyedekahkan hartanya dan tidak mau mengeluarkan zakat untuk membantu orang-orang yang miskin yang ada di sekitarnya.

Kesombongan Qarun itu tampak ketika ia mengatakan bahwa harta yang diperolehnya karena ilmu yang dimilikinya (QS:28:78).Karena kesombongannya itulah, Allah mengazabnya dengan ditenggelamkannya Qarun ke dalam perut bumi. ''Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). (QS 28:81).
 

''Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.'' (QS Al-Ankabut [29]: 40). 

Rasulullah SAW bersabda : ''Tatkala seseorang mengulurkan kainnya ke bawah (karena sombong), tiba-tiba ia terbenam ke dalam tanah dan terperosok ke dalam perut bumi hingga hari kiamat.'' (HR Bukhari).

Danau Qarun

Di manakah lokasi ditenggelamkannya Qarun tersebut? Mengapa banyak orang menganggap bila mereka menemukan harta terpendam selalu mengatakan dengan sebutan harta karun? Benarkah ia harta karun?



Menurut beberapa riwayat, lokasi tempat ditenggelamkannya Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi itu terjadi di daerah Al-Fayyum, sekitar 90 kilometer (km) atau dua jam perjalanan dengan menggunakan mobil dari Kairo, ibu kota Mesir. Menurut penduduk setempat, nama danau itu adalah Bahirah Qarun (laut Qarun). Di sekitar Al-Fayyum ini yang tersisa hanya berupa puing-puing istana Qarun. 

Di lokasi ini, terdapat sebuah danau yang sangat luas. Panjang danau mencapai 30 km dengan lebar danau sekitar 10 km dan kedalaman mencapai 30-40 meter.Menurut DR Rusydi al-Badrawy, dalam bukunya Qashash al-Anbiya' wa al-Tarikh (Kisah Para Nabi dan Sejarahnya), Bahirah Qarun ini dulu pernah dilakukan penelitian oleh ahli Geologi dari Eropa Barat. Penelitian difokuskan untuk membuktikan, apakah di lokasi tersebut pernah terjadi sebuah bencana berupa gempa hingga menenggelamkan Qarun beserta rumahnya, seperti diungkapkan dalam Alquran.

Hasilnya? Setelah melalui pengkajian yang komprehensif, tulis Rusydi al-Badrawy, para peneliti dari Eropa itu berkesimpulan bahwa di zaman dahulu kala, benar di lokasi itu pernah terjadi bencana berupa gempa bumi yang sangat besar, terutama di bagian sebelah selatan danau Qarun.''Ini membuktikan bahwa kisah Qarun pernah terjadi di sekitar danau tersebut,'' tulis Rusydi. Dan, menurut penduduk Mesir, di Al-Fayyum ini dulunya Qarun tinggal.

Kini, danau Qarun tampak tenang. Meski di baliknya menyimpan sebuah pelajaran yang sangat berarti bagi umat manusia. Yakni, kesombongan dapat membinasakan dirinya, sebagaimana yang terjadi pada Qarun.Rusydi menjelaskan, danau ini sudah ada sejak dahulu sebelum Qarun ada. Danau tersebut dulunya merupakan sebuah danau kecil yang disebut dengan Munkhafazh al-Laahun.

Tentu saja masih diperlukan penelitian yang lebih mendalam di lokasi ini mengenai ditenggelamkannya Qarun. Sebab, bila di situ benar tempat Qarun ditenggelamkan bersama hartanya, tentunya akan ditemukan sejumlah harta kekayaan Qarun yang banyak itu.

 







Sumber: duniaandromedaku.blogspot.com/  

Misteri Gerbang Alam Malakut yang Terbuka Saat Lailatul Qodar

♠ Posted by Unknown in
Menurut Imam Al-Ghazali, sebahagian daripada alam malakut terbuka pada Malam Al-Qadar.

Alam Malakut adalah alam ghaib, yang di-antara para penghuninya ialah para malaikat. Alam ini terhijab dari pandangan bangsa jin dan manusia, sebagaimana alam jin terhijab kepada pandangan manusia.



Malam Nuzulul Qur’an

Peristiwa turunnya al qur’an (Nuzulul Qur’an), sangat erat kaitannya dengan malam Lailatul Qadar. Dikarenakan di malam Lailatul Qadar inilah, untuk pertama kalinya, wahyu ALLAH diturunkan kepada Nabi Muhammad.

Imam Ibnu Katsir berpendapat, Nabi Muhammad, melihat bentuk asli malaikat Jibril pada dua tempat, yaitu ketika beliau menerima wahyu pertama di Gua Hira dan ketika malam Isra’ di Sidratul Muntaha.

Sering kita mendengar kisah Nuzulul Qur’an, yang menceritakan malaikat Jibril mendekap Rasulullah sambil berkata, “Iqra’..!”

Tentunya kisah tersebut menjadi tanda tanya bagi kita. Bagaimana mungkin Jibril dalam bentuk asli, bisa mendekap (memeluk) Rasulullah ?

Sementara kita memahami, bahwa Jibril dalam bentuk asli sangat luar biasa besarnya, sebagaimana bunyi hadits :

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِبْرِيلَ فِي صُورَتِهِ وَلَهُ سِتُّ مِائَةِ جَنَاحٍ كُلُّ جَنَاحٍ مِنْهَا قَدْ سَدَّ الْأُفُقَ يَسْقُطُ مِنْ جَنَاحِهِ مِنْ التَّهَاوِيلِ وَالدُّرِّ وَالْيَاقُوتِ مَا اللَّهُ بِهِ عَلِي

Telah menceritakan kepada kami Hajjaj telah menceritakan kepada kami Syarik dari ‘Ashim dari Abu Wa`il dari Abdullah ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihat Jibril dalam bentuk aslinya, ia memiliki enam ratus sayap, setiap sayap dapat menutupi antara langit dan bumi, dari sayapnya berjatuhan aneka warna warni, mutiara dan yaqut. Allah Maha Mengetahui itu semua.

(Hadits riwayat Imam Ahmad. Ibnu Katsir berkata dalam Bidayah Wan Nihayah bahwa sanad hadits ini bagus dan kuat, sedangkan Syaikh Ahmad Syakirrahimahullah berkata dalam Al-Musnad bahwa sanad hadits ini shahih) 

Bisa jadi, malam turunnya Al Qur’an adalah peristiwa yang sangat dahsyat. Di malam tersebut bukan sekedar pertemuan antara malaikat Jibril dengan Rasulullah, tetapi juga disaksikan oleh para malaikat di seluruh alam semesta.

Peristiwa Nuzulul Qur’an, telah membuat tubuh Rasulullah seakan menjadi kaku, seperti didekap dan sulit untuk mengeluarkan kata-kata.

Dengan demikian adalah wajar, sepulang dari Gua Hira, Rasulullah seperti baru saja mengalami goncangan jiwa yang hebat. Ia meminta isterinya, Siti Khadijah, menyiapkan kain selimut, untuk menyelimuti dirinya.

WaLlahu a’lamu bishshawab



Beberapa keterangan tentang Malam Lailatul Qadar

1. Malam Lailatul Qadar, malam diturunkannya Al Qur’an

إنا أنزلناه في ليلة القدر
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur`an) pada lailatul qadr.”
(QS. Al-Qadr (97) ayat 1)

2. Malam Lailatul Qadar, lebih baik dari 1000 bulan

ليلة القدر خير من ألف شهر
“Lailatul qadr lebih baik daripada 1000 bulan.” (QS. Al-Qadr (97) ayat 3)

3. Malam Lailatul Qadar, hadir pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari ramadhan.” (HR. Al-Bukhari no. 1878)

4. Malam Lailatul Qadar, bisa ditemui dalam mimpi

أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ
“Aku lihat mimpi-mimpi kalian tentang lailatul qadar semuanya sama menunjukkan pada tujuh malam terakhir. Karenanya siapa saja yang mau mencarinya, maka hendaklah dia mencarinya pada tujuh malam terakhir”. (HR. Al-Bukhari no. 1876 dan Muslim no. 1985)

5. Malam Lailatul Qadar, malam penuh ampunan

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang shalat pada lailatul qadar karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya. Dan barangsiapa yang berpuasa ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dariNya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya”. (HR. Al-Bukhari no. 1768 dan Muslim no. 1268)

 




sumber:kanzunqalam

Kisah Nabi Adam yang Mampu Menembus Ruang dan Waktu

♠ Posted by Unknown in
Kita semua pasti sering mendengar kisah tentang Nabi Adam As, nenek moyang seluruh manusia. Al Qur’an telah banyak sekali mengabarkan kepada kita tentang penciptaannya bahkan sampai kehidupannya sejak di dalam surga sampai tinggal di muka bumi. Ada baiknya, kisah ini kita mulai sejak penciptaannya terlebih dahulu agar lebih runut dan jelas.

Kisah ini menurut sebagian besar para ulama terjadi di langit dan bermula ketika Allah berfirman kepada malaikat-Nya :

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : " Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi " . Mereka (para malaikat) berkata : " mengapa Engkau hendak menjadikan ( khalifah ) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah , padahal kami senantiasa bertasbih dan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ? " Tuhan berfirman : " Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui ". (Surat Al Baqarah ayat 30)

Ayat tersebut di atas menunjukkan dialog yang terjadi antara Allah dengan para malaikat tentang akan diciptakannya seorang khalifah (pemimpin) di muka bumi oleh Allah. Kekhawatiran malaikat akan terjadinya kerusakan di muka bumi oleh orang yang akan diciptakan Allah itu sangatlah beralasan, karena mereka telah menyaksikan sendiri kerusakan yang dilakukan oleh bangsa jin sebelum itu (1000 tahun sebelum penciptaan Adam As menurut pendapat Ibnu Umar). Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu lebih mengetahui hakekat penciptaan itu daripada para malaikat, karena ia akan memilih diantara manusia untuk menjadi para Nabi dan Rasul, orang-orang shaleh dan para syuhada yang menjadi kekasih-kekasih-Nya.


Selanjutnya Allah berfirman dalam surat Shaad ayat 71- 72 :

( Ingatlah ) Ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat : "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah" . Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan) Ku ; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.

Dan juga di surat Al Baqarah ayat 31-38 disebutkan bahwa :

Dan dia mengajarkan kepada Adam nama - nama ( benda - benda ) seluruhnya kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman : " Sebutkanlah kepada - Ku nama benda - benda itu jika kamu memang orang - orang yang benar ! "

Mereka menjawab : " Maha Suci Engkau , tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami ; sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana " .

Allah berfirman : " Hai Adam , beritahukanlah kepada mereka nama - nama benda ini " . Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama - nama benda itu , Allah berfirman : " bukankah sudah Ku - katakan kepadamu , bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ? " .

Dan ( ingatlah ) ketika Kami berfirman kepada para malaikat : " Sujudlah kamu kepada Adam , " maka sujudlah mereka kecuali Iblis ; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang - orang yang kafir .

Dan Kami berfirman : " Hai Adam , diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini , dan makanlah makanan - makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai , dan janganlah kamu dekati pohon ini , yang menyebabkan kamu termasuk orang - orang yang zalim "

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman : " Turunlah kamu ! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain , dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi , dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan " .

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya , maka Allah menerima taubatnya . Sesungguhnya Allah maha penerima taubat lagi Maha Penyayang .

Kami berfirman : " Turunlah kamu dari surga itu ! Kemudian jika datang petunjuk - Ku kepadamu , maka barang siapa yang mengikuti petunjuk - Ku , niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka , dan tidak ( pula ) mereka bersedih hati " .

Nenek moyang manusia, Adam As diciptakan-Nya dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk seperti yang terdapat di dalam Surat Al Hijr ayat 26. Tanah ini tentunya diambil dari muka bumi karena Allah berkehendak menempatkan manusia di sana sebagai khalifah. Allah telah memuliakan Nabi Adam As dengan membentuknya dengan kedua tangannya sendiri dan mengajarkannya nama-nama semua benda ciptaan-Nya. Karena kemuliannya itulah maka Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kapadanya sebagai tanda penghormatan ketinggian derajatnya di sisi Allah. Semua malaikat bersujud, kecuali Iblis yaitu salah seorang dari golongan jin yang ketika itu ikut berkumpul bersama para malaikat dan ia termasuk orang yang dikutuk Allah sampai hari kiamat.

Adam bersama istrinya diberikan surga di langit oleh Allah dan boleh menikmati semua fasilitas yang ada di dalamnya, kecuali mendekati sebuah pohon. Setelah beberapa saat mereka berdua berada disana, datanglah syaitan (Iblis) membujuk mereka untuk memakan buah pohon terlarang tadi. Karena kelalaian mereka pada perintah Allah, maka mereka pun tergoda pada bujuk dan rayu syaitan sehingga memakan buah pohon tersebut. Akhirnya Allah mengeluarkan mereka dari surga dan menurunkannya ke bumi. Tetapi, berbeda dengan Iblis yang tidak mau bertaubat, Nabi Adam setelah itu langsung bertaubat memohon ampunan pada Allah atas kesalahannya itu. Kemudian Allah pun mengampuninya, tetapi kesalahan tetap ada sanksinya, sehingga mereka berdua tetap harus turun ke bumi.

Para ulama mengatakan bahwa penciptaan Adam As dilakukan pada hari jum’at berdasarkan hadits Nabi SAW yang berasal dari Imam Muslim dari Abu Hurairah Ra bahwa “ Sebaik-baik hari yang didalamnya matahari terbit adalah hari jumat. Karena pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu pula ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya.”

Selanjutnya ulama besar Ibnu Jarir yang dikutip dari buku “Kisah-kisah Para Nabi” karya Ibnu Katsir mengatakan “ Sebagaimana diketahui bersama bahwa Adam diciptakan pada akhir waktu hari Jum’at. Dua jam di sana (di langit) sama dengan delapan puluh tiga tahun empat bulan menurut pehitungan waktu di dunia. Pertama ia terbentuk dari tanah liat sebelum kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya selama 40 tahun (menurut waktu di dunia), sedangkan ia sendiri tinggal di surga sebelum diturunkan darinya selama 43 tahun 4 bulan (menurut waktu di dunia)”.

Menurut pendapat Ibnu Jarir di atas dalam menafsirkan hadits dari Imam Muslim tersebut mengatakan bahwa Nabi Adam tinggal di langit hanya 83 tahun 4 bulan atau setara dengan 2 jam waktu perhitungan di dunia berdasarkan Surat Al Hajj ayat 47 yang telah kami sebutkan pada bab II sebelumnya yaitu 1 hari di langit sama seperti 1000 tahun waktu perhitungan di Bumi. Ia mengatakan pula bahwa setelah Allah membentuk sempurna tubuh Adam, maka Ia masih membiarkan dulu tubuhnya tanpa diberi ruh selama 40 tahun perhitungan di dunia atau kurang dari 1 jam di langit. Setelah waktu itu berlalu, kemudian Allah meniupkan ruh-Nya kepadanya dan memerintahkan para malaikat untuk bersujud. Ini berarti Adam As belum ditiupkan ruh selama 40 tahun, setelah itu baru ditiupkan ruh kepadanya dan dia hidup di surga selama 43 tahun 4 bulan menggenapi waktu 2 jamnya ketika ia berada di langit.

Pendapat yang dikemukakan di atas adalah pendapat Ibnu Jarir, sedangkan ulama lain ada yang mengatakan bahwa Nabi Adam As dan Hawa berada di surga selama 100 tahun menurut perhitungan waktu di dunia, wallahu’alam. Masalah berapa lamanya mereka di surga tidaklah perlu kita perdebatkan, yang penting kita tahu bahwa surga mereka berada di langit menurut pendapat jumhur ulama.

Nabi Adam telah berada di langit Allah dengan waktu yang berbeda menurut waktu perhitungan di dunia. Ia telah menembus batas ruang dan waktu yang berbeda, langit yang menghitung dengan waktu yang sangat lambat dengan bumi yang menghitung waktu dengan sangat cepat. Tentunya yang pernah merasakan hal itu hanyalah Nabi Adam As dan istrinya sendiri yaitu Hawa sedangkan keturunannya belum ada yang pernah merasakannya, kecuali Nabi Isa AS dan Rasulullah Muhammad SAW yang akan kami ceritakan kisahnya nanti InsyaAllah.

Adam dan Hawa yang seharusnya telah berumur 83 tahun 4 bulan atau 100 tahun jika berada di dunia, ternyata hanya berumur sekitar dua jam atau lebih saja di langit jika kita merujuk pada 2 pendapat ulama di atas. Hal itu dikarenakan langit memiliki dimensi waktu yang berbeda dengan dimensi waktu di dunia ini.

Oleh sebab itulah Nabi Adam masih tetap muda seperti usia awal pertama kali ditiupkan ruh kepadanya pada saat ia diturunkan ke muka bumi ini. Hal itu jelas sekali bagi kita karena apalah artinya 2 jam atau lebih itu bagi tubuh kita ? kita tidak akan merasa kulit kita bertambah keriput atau mata mulai merabun bukan ?. Itulah kuasa Allah, jika Ia berkehendak kepada sesuatu maka cukup mengatakan “Jadilah” maka terjadilah.

Menurut Teori Relativitas Einstein, perbedaan waktu yang terjadi hanya bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan tinggal di tempat yang memiliki medan gravitasi yang besar. Langit dengan dimensi waktu dan ruang yang penuh dengan rahasia-Nya, sampai saat ini kita tidak memiliki ilmu apapun yang bisa menjangkaunya.

Jadi bagaimana Allah bisa membuat waktu di langit yang berbeda dengan yang ada di bumi itu hanya Allah yang mengetahuinya. Semua itu tidak dapat kita pastikan 100% karena itu adalah ilmu-Nya dan ilmu manusia yang hanya sedikit ini belum bisa menggapai ilmu-Nya yang sangat luas itu.  

Ciuman yang di inginkan wanita

♠ Posted by Unknown in
Dalam sebuah film, dikisahkan ada seorang wanita biasa saja yang menarik perhatian pria paling tampan di sekolah. Karena mereka jarang berinteraksi, si pria tiba-tiba mencium wanita tersebut tanpa sebab saat ada moment yang tepat.
Kisah seperti ini konyol, tapi membuai dan membuat Anda ingin mengalaminya. Iya kan? Hayo jujur saja, Ladies. Berikut ini adalah jenis ciuman lain yang mungkin juga Anda inginkan seperti dilansir dari All Women Stalk.
Ciuman sambil didorong ke tembok
Saat Anda dan pasangan Anda sedang menikmati waktu berdua, tiba-tiba ia mendorong Anda ke tembok dan mencium Anda. Apa yang Anda rasakan? Jantung yang berdegub kencang, bukan? Tidakkah Anda selalu memimpikan ciuman ini?
Ciuman di kening
Jenis ciuman ini menujukkan rasa simpati dan kepedulian yang dalam dari pasangan Anda. Menerimanya seakan memberi perasaan nyaman dan tenang karena kita tahu bahwa kita tidak sendiri dalam menjalani dan menghadapi hidup ini.

Ciuman di sela pembicaraan
Ciuman ini sangat sering ditampilkan dalam film. Saat sang wanita sedang berbicara, entah dalam kondisi sedikit marah atau sedang menegaskan sesuatu, pasangannya tiba-tiba menciumnya. Bukankah ciuman seperti ini sangat romantis, Ladies?
Ciuman untuk menenangkan saat menangis
Saat Anda seakan tak sanggup menghadapi suatu masalah, yang Anda inginkan adalah rasa tenang dan sedikit perlindungan. Ciuman saat Anda menangis ini dapat memberikan perasaan tersebut dan seakan membuat hidup Anda terasa lebih ringan.
Ciuman saat tidur
Ciuman ini tentu sulit untuk diketahui. Namun jika Anda telah mendapatkannya, ketahuilah bahwa itu pertanda dia benar-benar tulus melakukannya. Hal itu menunjukkan perasaannya yang dalam pada Anda dan itu benar-benar sweet.
Ciuman dengan soundtrack
Jika Anda berciuman sambil memutar musik, hal tersebut akan membuat Anda merasa seperti di dalam film. Seolah lagu itu spesial tercipta untuk Anda berdua, apalagi jika ceritanya menggambarkan kisah Anda dengannya.
Di tengah pertengkaran
Sepasang kekasih beradu mulut dan tak lama kemudian berciuman itu film banget ya, Ladies. Tapi tidak ada salahnya lho dicoba, selama pasangan Anda tidak mengatakan hal-hal yang menyakitkan hati saat bertengkar.

5 Cara Smartphone 'Hancurkan' Otak Anak

♠ Posted by Unknown in


   Teknologi modern seperti televisi dan komputer, memang telah memberikan keuntungan terutama dalam dunia pendidikan. Keduanya akan memberikan akses yang lebih besar kepada informasi, dan presentasi yang lebih menarik.

Tetapi setelah kemunculan gadget, terutama smartphone semuanya berubah. Televisi dan komputer kini mulai ditinggalkan, dan banyak anak-anak yang memulai belajar dan mencari informasi dari smartphone yang selalu digenggamnya.

Namun tentunya, setiap teknologi selain memberikan manfaat, juga memberikan dampak yang buruk, jika tidak diikuti dengan pengawasan dari orangtua. Apalagi anak-anak dapat dengan mudah terhubung ke internet, yang bisa mencari informasi apapun juga tanpa batas.

Gadget terutama smartphone juga menyajikan berbagai macam masalah, yang dapat mengganggu kemampuan dan kesehatan anak-anak secara keseluruhan. Apa saja itu? Baca artikel ini untuk mengetahui lebih lanjut:

1. Menghabiskan waktu di layar yang panjang dapat menyebabkan Emotional Quotient (EQ) rendah pada anak-anak

Hal ini sangat berbahaya, terutama selama tiga tahun pertama dalam kehidupan seorang anak. Asosiasi dokter anak di Amerika tidak merekomendasikan kepada anak sebelum usia dua tahun, untuk menggenggam smartphone, termasuk menonton televisi secara teratur.

Anak akan mengalami kesulitan berkomunikasi dalam kehidupan nyata, jika mereka sering menatap layar. Mereka akan lebih fokus kepada layar terutama smartphone, daripada memperhatikan satu sama lain.

2. Kesulitan berbicara

Anak-anak di bawah umur 2 tahun, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tidak mempu memahami apa yang ada di layar. AAP mengatakan bahwa, balita di bawah usia dua tidak memiliki kemampuan kognitif untuk memahami apa yang tertera di dalam layar. Sehingga mereka akan mengalami kesulitan untuk berbicara, terutama antara orang tua dan anak. Survei yang dilakukan oleh Common Sense Media mengungkapkan bahwa, 38 persen dari anak-anak di bawah 2 tahun telah menggunakan gadget seperti smartphone atau tablet, bahkan sebelum mereka bisa berbicara atau berjalan.

3. Kurang aktif bermain

Saat ini anak-anak di bawah usia 12 menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar, daripada bermain di luar. John Ratey, seorang dokter di Harvard, menjelaskan dalam bukunya, bahwa keuntungan dari bermain di luar membuat anak menjadi sehat secara fisik dan nyaman secara sosial. Bahkan 10 menit aktivitas fisik, dapat mengubah cara dan fungsi otak.

4. Kesehatan berkurang

Penggunaan terus-menerus dari gadget berteknologi tinggi, dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi anak dan orangtua. Layar back-lit yang digunakan untuk komputer dan smartphone juga dapat menyebabkan masalah mata. Apalagi saat berjalan sambil mendengarkan musik yang menggelegar langsung ke telinga, menyebabkan sakit kepala dan kesulitan pendengaran. Bahkan sosial media bisa membuat anak-anak mudah stres.

5. Anak-anak menderita penyakit mental

Proyek PEACH, yang dilakukan kepada lebih dari 1.000 anak-anak antara usia 10 dan 11 tahun, menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan lebih dari dua jam di depan layar smartphone akan menderita kesulitan psikologis. Ini termasuk depresi, kecemasan, kurangnya perhatian dan perilaku anak sering bermasalah.

Anak-anak harus berinteraksi dengan orangtua atau pengasuh dari sebagian besar waktu mereka. Anak-anak dirancang untuk belajar berinteraksi dengan manusia lainnya, daripada belajar dari layar. Ketika anak Anda menatap layar, keterampilan verbal mereka, pengembangan emosional, dan perhatian dapat berkurang secara tajam. Oleh karena itu, metode tradisional dalam belajar harus selalu dilaksanakan.


sumber:technografi

Heboh, Ditemukan Makhluk yang Lebih Tua Dari Dinosaurus

♠ Posted by Unknown in
Berita menghebohkan bahwa telah ditemukan makhluk yang lebih tua dari dinosaurus ternyata bukan merupakan isapan jempol semata. Berbagai media telah memberitakan akan kebenarannya berdasarkan penemuan bukti-bukti nyata yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Dinaosaurus merupakan hewan purba yang telah hidup jutaan tahun lalu dan hewan ini telah mengalami kepunahan. Lalu hewan apakah yang lebih tua dari hewan purba ini?

Ditemukan Makhluk yang Lebih Tua Dari Dinosaurus dan Masih Hidup Hingga Kini
Para arkeolog dan ahli sejarah telah melakukan penelitian terhadap keberadaan hewan purba salah satunya adalah dinosaurus. Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan bukti-bukti bahwa ada makhluk hidup tertua yang masih hidup hingga kini. Berikut daftarnya:
1. Semut Martialis Heureka
Menurut hasil penelitian, semut ini telah ada sekitar 120 juta tahun lalu dan telah ditemukan dihutan hujan Amazone-Brazil pada tahun 2000. Semut Martialis Heureka memiliki struktur tubuh seperti semut pada umumnya tetapi semut ini tidak mempunyai mata sehingga untuk berjalan semut ini hanya mengandalkan sensor yang ada di kepalanya.
2. Ikan Sturgeon
Ikan Sturgeon merupakan ikan yang memiliki ukuran tubuh yang sangat besar. Ikan ini diperkirakan telah ada sekitar 200 juta tahun lalu dan dapat dijumpai di sekitar perairan Amerika Utara.

3. Hewan laut Horsesshoe Shrimp
Hewan laut ini diperkirakan telah ada sejak 200 juta tahun lalu. Horsesshoe Shrimp memiliki bentuk tubuh bulat berukuran kecil dengan dua antena dikepalanya. Panjang antenanya hanya sekitar 1 cm.
4. Tumbuhan Ginkgo Biloba
Makhluk hidup yang lebih tua dari dinosaurus selanjutnya adalah tunbuhan Ginkgo Biloba. Tumbuhan ini merupakan golongan tumbuhan berbiji terbuka yang telah ada semenjak 270 juta tahun lalu. Tumbuhan ini dapat ditemukan dimana saja dan bukan merupakan tumbuhan langka.
5. Ikan Coelacanth
Ikan Coelacanth disebut juga sebagai ikan raja laut dan telah ada sekitar 360 juta tahun lalu. Ikan ini dapat dijumpai diperairan Indonesia, Kenya, Afrika Selatan, Madagaskar, Mozambik, dan Tanzania. Coelacanth memiliki duri yang berongga.
6. Horseshoe Crab
Makhluk ini merupakan hewan yang dapat hidup didua alam yaitu air dan darat. Horseshoe Crab adalah salah satu spesies makhluk hidup tertua yang pernah ditemukan dan diperkirakan telah ada sebelum dinosaurus tertua ada yaitu sekitar 445 juta tahun lalu. Hewan ini memiliki bentuk tubuh bulat seperti tempurung dan memiliki kepala mirip kalajengking.
7. Nautilus
Nautilus merupakan binatang sejenis keong yang mempunyai tempurung untuk melindungi tubuhnya. Hewan ini telah ada semenjak 500 juta tahun lalu dan dapat dijumpai di sekitar perairan Indo-Pasifik. 
8. Jellyfish
Jellyfish atau lebih dikenal dengan ubur-ubur ini telah ada semenjak 505 juta tahun lalu. Ubur-ubur merupakan hewan yang memiliki bentuk seperti payung berumbai, bertubuh tipis, dan lunak. Hewan air ini cukup berbahaya karena akan menimbulkan gatal pada kulit jika bersentuhan dengan rumbainya.
9. Sponge
Sponge atau Porifera merupakan hewan air yang memiliki pori-pori. Hewan ini telah ada sekitar 580 juta tahun lalu. Fosil tertua hewan ini telah ditemukan di Australia.
10. Cyanobacteria
Cyanobacteria diduga merupakan makhluk hidup pertama yang telah muncul di bumi. Makhluk ini telah ada sekitar 3,8 milyar tahun lalu dan hidup di sulfur dan gas metan yang ada di seluruh dunia. 
Itulah beberapa fakta ditemukan makhluk yang lebih tua dari dinosaurus dan sebagian dari mahkluk hidup tersebut telah berevolusi untuk bertahan hidup dan  beradaptasi dengan perubahan lingkungannya.

Menguak Misteri Wujud Pasukan Burung Nabi Sulaiman

♠ Posted by Unknown in
Dalam salah satu ayat Al Qur’an, dikisahkan tentang Bala Tentara Nabi Sulaiman :

Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan) (Qs. An-Naml (27) ayat 17).

Menurut Ustadz H. M. Nur Abdurrahman (HMNA), Pasukan burung yang dimaksud ayat di atas adalah pasukan gerak cepat, yaitu pasukan kavaleri dan regu-regu pengintai yang membawa burung-burung untuk komunikasi.

Dimana Perintah dari induk pasukan ataupun laporan ke induk pasukan, dilakukan dengan saling berkirim informasi, melalui surat yang diikatkan pada kaki (tubuh) burung.



Siapa sesungguhnya “Hud-Hud” itu ?

Ada yang berkeyakinan, Nabi Sulaiman bisa bercakap-cakap dengan burung. Mereka percaya Hud-hud sebagaimana dikisahkan di dalam Al Qur’an, adalah se-ekor burung yang istimewa.

Benarkah demikian ?

Mari kita perhatikan, ayat-ayat berikut :

Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. “Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”. (QS. An-Naml (27) ayat 20-21).

Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. (QS. An-Naml (27) ayat 22).

Dari ayat di atas, Hud hud, adalah seorang pejabat militer yang penting, dan bukanlah seekor burung, sebagaimana tafsiran sebagian orang. Ketidak-hadirannya tentu membuat marah Nabi Sulaiman.


Beberapa alasan, Hud Hud bukan seekor burung…

(a) Sangat aneh jika seorang raja besar, seperti Nabi Sulaiman, sangat gusar atas ketidak-hadiran se-ekor burung kecil, sehingga berkenan akan menjatuhkan hukuman berat kepada burung tersebut.

Akan lebih logis, jika yang dimaksud Hud Hud itu, adalah seorang pejabat tinggi militer. Hal ini bisa dilihat dari beratnya hukuman, karena kesalahan seorang berpangkat tinggi, bisa berpengaruh kepada disiplin tentara secara keseluruhan.

(b) Nabi Sulaiman adalah seorang yang sangat cerdas, tentu bisa memilah-milah kesalahan pihak lain.

Kalau yang salah itu hanya se-ekor burung, tentu ia memaklumi, karena akal pikiran hewan, tidaklah sebaik manusia.

(c) Hud-hud, ternyata sangat paham akan undang-undang dan keperluan-keperluan negara, dan juga paham sekali mengenai tauhid (lihat QS. An-Naml (27) ayat 23- 26), padahal burung-burung tidak demikian.

Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk, agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai ‘Arsy yang besar” (QS. An-Naml (27) ayat 23-26).

(d) Ada yang mempercayai Hud hud yang diceritakan di dalam Al Qur’an, adalah sejenis burung yang memiliki nama Noble Hoopoe atau Eurasian Hoopoe [Upupa epops].


Namun anggapan itu, masih sangat diragukan. Hal ini dikarenakan, burung yang di maksud bukanlah burung penjelajah. Padahal diperkirakan jarak antara Palestina ke Negeri Saba, mencapai sekitar 2.000 km.

Catatan Penambahan :

1. Hudhud dimaknai sebagai seorang petinggi militer, juga merupakan pendapat dari Dr. Ir. Soekmana Soma MSP, M. Eng, di dalam bukunya yang berjudul “Ada apa dengan ulama?: pergulatan antara dogma, akal, kalbu & sains“.

Di dalam bukunya tersebut, Soekmana Soma berpendapat :

Kata thair dalam QS. An-Naml (27) ayat 17, berasal dari kata thara, yang berarti terbang dan dapat juga berarti kuda (Shaik Nasr Abu’l Wafa’, The Qamus).

Oleh karenanya, terjemahan QS. An-Naml (27) ayat 17 adalah ::

“Dan dihimpun kehadapan Sulaiman balatentaranya, (yang terdiri) dari kabilah pegunungan yang telah ditaklukkan (jin), pasukan darat (manusia), dan pasukan berkuda (thair), dan mereka dibentuk menjadi beberapa golongan”.

Sementara terjemahan QS. An-Nam (27) ayat 20 :

“Dan ia (Sulaiman) memeriksa barisan thair, lalu berkata : Mengapa aku tidak melihat Hudhud, apakah ia tidak hadir?”

Dengan demikian kata “tafaqqadatthaira” mestinya di-interpretasikan memeriksa barisan berkuda. Sementara Hudhud adalah nama seorang Petinggi Militer, yang kebetulan tidak hadir, dalam momen yang sangat penting, sehingga membuat Nabi Sulaiman marah.

Selanjutnya Nabi Sulaiman berkata :

“Aku pasti akan menghukum dia (Hudhud) dengan hukuman yang pedih, atau kubunuh dia, kecuali ia memberikan alasan yang jelas” (QS. An-Naml (27) ayat 21).

Dari ayat ini jelas Hudhud adalah manusia biasa, bukan seekor burung. Sebab logikanya : apakah pantas seorang Nabi, memarahi seekor burung ?

2. Dengan memperhatikan ayat Al Qur’an :

“Dan ia (Sulaiman) memeriksa barisan thair, lalu berkata : Mengapa aku tidak melihat Hudhud, apakah ia tidak hadir?”

“Aku pasti akan menghukum dia (Hudhud) dengan hukuman yang pedih, atau kubunuh dia, kecuali ia memberikan alasan yang jelas” (QS. An-Naml (27) ayat 20-21).

Hudhud adalah bagian dari barisan thair. Dan jika kita mengartikan barisan thair itu sebagai Pasukan Burung, apakah Hudhud harus seekor burung ?

Quote:
Sama halnya, dengan Pasukan Kuda, apakah pemimpinnya harus seekor Kuda ?

Quote:
Dengan demikian, Hudhud tidak harus seekor burung, Hudhud juga bisa manusia biasa, yang merupakan bagian dari Pasukan Burung.

3. Berdasarkan kajian dari Ustadz H.M. Nur Abdurahman, Nabi Sulaiman adalah seorang yang mengerti mantiq burung, yakni memahami makna kicau, gerak-gerik dan perangai serta kebiasaan burung.

Quote:
Sebagaimana bunyi dari QS. Al Naml (27) ayat 16 :

Wa Qa-la Ya-ayyuha- nNa-su ‘Ullimna- Manthiqa thThayri.

Berkata (Sulaiman): hai manusia, telah diajarkan kepada kami logika burung.
Pada masa sekarang ini ada sebuah disiplin ilmu yang disebut ethology (jangan dikacaukan dengan ecology), yaitu ilmu yang berhubungan dengan perangai binatang (animal behavior), terutama yang berhubungan dengan habitatnya.

Dalam Abad yang lalu ada Sulaiman modern yang bergelar “The Bird Man of Al Catraz”, yaitu seorang penghuni/narapidana di penjara Al Catraz yang faham dan ahli betul dalam hal ethology khusus untuk burung.

WaLlahu a’lamu bishshawab




 


sumber:Kanzunqalam.com

Kisah Malaikat Izrail Dipilih Sebagai Pencabut Nyawa

♠ Posted by Unknown in
Izrail merupakan malaikat yang pasti akan mendatangi setiap manusia. Menjelang ajal, malaikat maut ini akan melepaskan ruh dari jasad. Ia memang ditugaskan Allah SWT sebagai pencabut nyawa. Bukan tanpa alasan, malaikat yang dalam Al-Quran di sebut Malak al Mawt ini diberi amanah tersebut. Ada serangkaian kisah, yang akhirnya membuat Izrail terpilih menjadi malaikat pencabut nyawa.



Ini berawal ketika Allah SWT memerintahkan Izrail bersama malaikat Jibril, Israfil, dan Mikail untuk mengambil tanah ke bumi dalam proses penciptaan Adam AS. Dalam sebuah hadist mu’tabar yang dinukil dari Imam Ja’far al-Shadiq disebutkan bahwa sebelum menciptakan Adam dari tanah, Allah SWT terlebih memberi kabar terhadap bumi bahwa Dia akan mengambil tanah di sana.

“Hai bumi, Aku akan ciptakan manusia dari saripatimu. Sebagian meraka ada yang taat kepada-Ku dan sebagian lainnya durhaka kepada-Ku. Siapa yang taat kepada-Ku maka akan Aku masukkan dia kedalam sorga-Ku, dan siapa yang durhaka kepada-Ku akan Aku masukkan dia kedalam neraka-Ku” Imam Ats-Tsa’labi 1


Allah SWT kemudian mengutus malaikat Jibril untuk mengambil tanah ke bumi. Namun sebelum sempat mengambilnya, bumi memberikan pertanyaan kepada Jibril terkait tujuan Allah mengambil tanah di bumi. Malaikat Jibril kemudian memberi jawaban sebagai berikut

“Karena Allah akan memerintahkan Adam AS dan keturunannya untuk menyembah-Nya. Setiap yang taat diantara mereka akan berada dalam naungan rahmat-Nya dan dipersilakan masuk ke surga. Sementara, Dia akan menyiksa siapa saja di antara mereka yang menentang-Nya dan tidak taat kepada-Nya di dalam penjara Jahanam-Nya untuk selama-lamanya.”

Ketika mendengar jawaban Jibril, Bumi pun memelas dan bersumpah dengan nama Allah bahwa Ia tidak sanggup menanggung beban manusia di bumi.

”Demi Allah, aku berlindung kepada-Mu dari utusan-Mu, agar Engkau tidak mengambil sebagian dari kami jika nantinya akan menjadi penghuni neraka”.

Mendengar sumpah tersebut, Jibril tidak mengambil apapun dari bumi, lalu kembali kepada Allah dan menceritakan alasan bumi yang bersumpah dengan keagungan Allah bahwa dia tidak memiliki kesanggupan untuk menanggung azab-Nya.

Allah lantas mengutus dua malaikat sekaligus yakni Mikail dan Israfil untuk turun ke bumi mengambil tanah. Lagi-lagi, bumi melakukan hal serupa dengan bersumpah membawa nama Allah. Kedua malaikat ini pun lalu kembali lagi kepada Allah tanpa membawa sedikit tanah pun sama seperti Jibril.

Quote:
Lalu Allah memerintahkan Malaikat Izrail untuk mengambil tanah itu. Namun Izrail berbeda dengan tiga malaikat lainnya. Ia langsung memukul bumi dengan pedangnya dan bumi pun bergetar ketakutan, lantas malaikat Izrail mencabutnya segenggam. Meski Bumi sudah bersumpah atas nama Allah, namun Ia tetap mengambil tanah seraya berkata:

“Aku takut menyalahi (melanggar) perintah Allah, aku sama sekali tak akan melanggar perintah Tuhanku, walau dengan segala perendahan dirimu”.


gambar ilustrasi

Ketika Izrail mengambil paksa (mencabut) sebagian dari bumi, bumipun menangis merasa kehilangan. Kemudian tanah itu di bawa menghadap Allah. Lalu Allah berfirman kepada Izroil: “Mengapa engkau tidak mengikuti sumpahnya (bumi) ?. Jawab Izroil: ”Perintah-Mu lebih aku ikuti dan aku takuti daripada sumpahnya”. Kemudian Allah berfirman: “Engkaulah Malaikat pencabut nyawa (malakul maut)”
Kemudian Allah memberikan penghargaan kepadanya atas hal tersebut. Dengan alasan inilah Allah memerintahkan atau memberikan tugas kepada Izrail untuk mencabut nyawa-nyawa hambanya.

Malaikat Izrail diberi kemampuan yang luar biasa oleh Allah hingga barat dan timur dapat dijangkau dengan mudah olehnya seperti seseorang yang sedang menghadap sebuah meja makan yang dipenuhi dengan berbagai makanan yang siap untuk dimakan. Ia juga sanggup membolak-balikkan dunia sebagaimana kemampuan seseorang sanggup membolak-balikkan uang.

Sewaktu malaikat Izrail menjalankan tugasnya mencabut nyawa makhluk-makhluk dunia, ia akan turun ke dunia bersama-sama dengan dua kumpulan malaikat yaitu Malaikat Rahmat dan Malaikat `Azab.

Quote:
Menurut kisah Kabil Akbar, Malaikat Maut tidak mengetahui kapan tiap-tiap makhluk yang akan mati. Dikatakan olehnya Allah telah menciptakan sebuah pohon (Sidrat al-Muntaha) di bawah 'Arsy yang mana jumlah daunnya sama banyak dengan bilangan makhluk yang Allah ciptakan. Jika satu makhluk itu telah diputuskan ajalnya, maka umurnya tinggal 40 hari dari hari yang diputuskan. Maka jatuhlah daun itu kepada Malaikat Maut, tahulah bahwa dia telah diperintahkan untuk mencabut nyawa orang yang tertulis pada daun tersebut. sampai ada daun dari pohon yang terletak di bawah 'Arsy gugur.
Quote:

Ilustrasi
Kemudian akan jatuh dua titisan dari arah 'Arsy pada daun tersebut, titisan hijau ataupun putih. Hijau menandakan bakal si mayat akan mendapat kecelakaan sementara putih mengambarkan dia akan mendapat kebahagiaan.

Untuk mengetahui tempat makhluk mati, Allah telah menciptakan Malaikat Arham yang akan diperintahkan untuk memasuki sperma yang berada dalam rahim ibu dengan debu bumi yang akan diketahui di mana ia akan mati dan di situlah kelak ia pasti akan menemui ajalnya.

Misteri Tersembunyi Dibalik Urutan Jari Pada Manusia

♠ Posted by Unknown in
Kali ini akan dikupas sedikit tentang keajaiban/rahasia yang terdapat pada urutan jari pada tangan kita. Penasaran Apa makna di balik urutan tinggi jari tangan pada tangan kita? Yuk dibaca dengan seksama hal-hal dibawah ini:

Tidak mudah juga untuk menjawab ini. Mungkin jawaban umumnya adalah hal itu diciptakan agar manusia senantiasa mudah menggenggam atau mencengkeram sesuatu didalam aktivitasnya. Namun sebagai ummat islam yang memiliki kitab sebagai petuntuk, jika saya boleh membaca atas petunjuk Alquran, maka saya simpulkan bahwa rahasia dibalik tinggi jari yang berbeda-beda itu adalah merupakan TANDA perjalanan kehidupan manusia itu sendiri.

1. Jari kelingking. (Zaman Adam)
Mengapa saya simpulkan bahwa jari kelingking adalah zaman Adam?

Kita harus pahami bahwa bahasa Alquran dibaca dengan cara dimulai dari kanan ke kiri. Dan nama Allah yang tercetak di jari kita pun, huruf Alif nya adalah jari kelingking. Dari itulah saya simbolkan bahwa Jari Kelingking adalah zaman Adam. Karena memang Adam lah Manusia Pertama.

2. Jari Manis. (Zaman Idris)



Lihatlah gambar dibawah. Mengapa setelah Kelingking, terdapat Jari Manis yang ukurannya lebih tinggi dari Jari Kelingking itu?



Itu mengartikan bahwa kehidupan yang di jalani oleh masyarakat manusia di zaman Idris sungguh memiliki peradaban yang lebih tinggi di banding ketika zaman Adam. Alias semakin berkembang.

Tidak heran juga mengapa sosok Budha yang tergambar duduk di tengah BUNGA TERATAI adalah melambangkan bahwa TERNYATA masyarakat manusia pada zaman itu sudah mampu melakukan perjalanan sampai ke Planet terujung, yakni planet Sidratul Muntaha. (TERATAI tempat berhenti). Dan Budha adalah orang yang memang di duga sosok Nabi Idris. Dan beliau sendiri menjadi simbol Miraj bagi kaumnya pada zaman itu. Pada Surat 50/36 disebutkan:

“Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah binasa itu) telah pernah menjelajah di berbagai negeri…“

Lebih lanjut, berbagai penemuan puluhan benda kuno namun canggih yang oleh ilmuwan disebut sebagai bukti kehebatan dari cerdasnya masyarakat zaman dahulu itu secara tidak langsung menggenapi analisa ini.

3. Jari Tengah (Zaman Nuh).



Mengapa Jari Tengah ukurannya lebih tinggi dari 2 jari sebelumnya, Jari Manis dan Jari Kelingking? Itu menandakan bahwa kehidupan masyarakat manusia di zaman Nuh adalah zaman Puncak peradaban. Di mana segala sendi kehidupan manusia pada zaman itu telah sampai pada titik tertingginya. Namun sungguh teramat sayang ketika kemajuan peradaban tidak membawa pada arah ketakwaan, akhirnya Allah menghukum mereka -masyarakat Zaman Nuh- dengan mengirimkan bencana Banjir Dahsyat. Dari situlah akhirnya orang-orang kafir dibinasakan sementara manusia yang selamat (Nuh beserta umatnya) berkembang biak kembali dan peradaban pun di mulai dari titik 0 lagi. Dan Jari Tengah (Zaman Nuh) pun akhirnya menjadi BATAS TOLAK UKUR antara 2 episode perjalanan kehidupan manusia. Umat sebelum Zaman Nuh dan Umat sesudah Zaman Nuh.

4. Jari Telunjuk (Zaman Ibrahim).



Mengapa Jari Telunjuk ukurannya malah menjadi lebih rendah (turun) dibanding Jari tengah? “Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongan Nuh”. Kelebihan Zaman Ibrahim adalah Allah menjadikan sosok nabi Ibrahim ini sebagai “Bapaknya” para nabi. Dari sini beliau dijadikan figur ajaran Tauhid bagi orang-orang yang mencari kebenaran. Sebab beliau merupakan orang Paling Pemberani yang pernah ada dalam menyebarkan ajaran paham satu Tuhan. Dari sebab itulah kenapa Telunjuk saya simbolkan dengan zaman Ibrahim, karena Jari Telunjuk memang merupakan simbol untuk penyebutan angka 1. Pada Surat 6/161 disebutkan:

“Katakanlah : “sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus…..”

Kembali ke pertanyaan mengapa ukuran Jari Telunjuk malah lebih rendah dari Jari tengah, itu sangat jelas mensinyalkan bahwa apa yang ada pada zaman nabi Ibrahim (mulai dari ukuran tubuh manusia, ukuran kepintaran manusia, ukuran kemakmuran manusia) semuanya menjadi menyusut di perkecil oleh Allah dibanding dengan kala manusia pada waktu sebelum zaman nabi Nuh. Dan yang paling sangat tampak adalah ukuran tubuh manusia yang dari masa ke masa terus mengalami penurunan. Hingga akhirnya perjalanan waktu tersebut berlaku dari zaman ke zaman menuju sampai pada zaman Muhammad (Jari Jempol). Zaman sisa-sisa.

5. Jari Jempol (Zaman Muhammad)



Pada Surat 16/123 mengatakan :
“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) : “Ikutilah agama Ibrahim…”
dan pada Surat 36/2-4 :
“Demi Alquran yang penuh hikmah”
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) salah seorang rasul-rasul”
“Di atas jalan yang lurus”.




Jari Jempol (Zaman Muhammad) adalah jari yang paling pendek dari ke empat jari sebelumnya. Mengisyaratkan bahwa apa yang ada pada zaman ini merupakan zaman sisa-sisa kehidupan. Segala keberhasilan kita dalam bidang teknologi yang kita banggakan, tetap tidak akan pernah sanggup untuk melampaui apa yang pernah di capai oleh umat sebelumnya. Dari itulah Alquran sering kali menegaskan jika umat sebelum kita yang segala sesuatunya lebih tinggi (lebih hebat) saja mampu dibinasakan, apalagi zaman kita !!! Zaman pengulangan !!!

pada Surat 56/62 juga disebutkan:
“Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran?”


Namun disamping itu semua janganlah berkecil hati, sebab di balik rendahnya “derajat” zaman ini (zaman penghabisan) Allah tetap Maha Penyayang terhadap mahluk bernama manusia. Lihatlah betapa akhirnya Dia menurunkan Alquran melalui Muhammad sebagai kitab Ummul Ilmu (Ibu Ilmu). Sejalan dengan istilah pada Jari Jempol itu (Ibu Jari).

“Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Alquran) kepada hambaNya, agar dia menjadi peringatan bagi seluruh alam.” (QS. Al Furqaan : 1)

Kecepatan Malaikat Jibril Menurut Perhitungan Fisika

♠ Posted by Unknown in
Ahli Fisika dari Mesir bernama DR. Mansour Hassab El Naby berhasil membuktikan berdasarkan petunjuk Al Qur‘an (QS As Sajdah:5) kecepatan cahaya dapat dihitung dengan tepat sama dengan hasil pengukuran secara ilmu fisika modern (A New AstronomicalQuranic Method for The Determination of The Greatest Speed C, Berdasarkan QS As Sajdah ayat 5: Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNyadalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.


Secara jelas ayat tersebut memakai perbandingan bahwa satu hari sama dengan 1.000 tahun, dihitung dengan cermat ternyata sama dengan kecepatan cahaya. Pertanyaannya kemudian, petunjuk ayat ini apakah sebagai penjelas atas petunjuk ayat dalam Al Qur‘an yang lain?Apakah kecepatan cahaya merupakan yang paling cepat di jagad raya ini seperti dugaanmanusia sekarang berdasarkan ilmu fisika modern?

Dari beberapa ayat di dalam Al Qur‘an disebutan bahwa malaikat mempunyai kecepatan terbang yang sangat cepat. Seperti dalam QS An Naazi´aat ayat 3-4
3. Dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat
4. Dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang

Juga pada QS Al Mursalat ayat 1-2 dijelaskan bahwa malaikat terbang dengan kencang ataucepat:

1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan,
2. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya.

Bagaimana malaikat terbang? Malaikat dapat terbang karena memiliki sayap, ada yangmempunyai 2, 3 atau 4 sayap. Disebutkan pada QS Faathir ayat 1:

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing(ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yangdikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.


Dari penjelasan tersebut dapat lebih jelas bahwa yang mampu terbang dengan kecepatantinggi adalah malaikat. Seberapa cepat terbangnya? Apakah sama dengan kecepatan cahayaatau berapa kalinya? Dalam QS Al M a´aarij ayat 4 secara jelas disebutkan:

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
Quote:
Petunjuk dalam ayat tersebut sangat jelas bahwa perbandingan kecepatan terbang malaikatadalah dalam sehari kadarnya 50.000 tahun. Berdasarkan metode penghitungan yangdilakukan DR. Mansour Hassab El Naby seperti dalam tulisannya bahwa untuk satu hari yang berkadar 1.000 tahun sama dengan kecepatan cahaya (299.792,4989 km/detik). Berdasar rumus-rumus dan cara yang sama untuk perbandingan sehari sama dengan 50.000 tahun dapat diperoleh hasil perhitungan sama dengan 50 kali kecepatan cahaya (14.989.624,9442 km/detik). Kesimpulannya adalah berdasarkan informasi dari Al Qur‘an dapat dihitung kecepatan terbang malaikat dan Jibril yaitu 50 kali kecepatan cahaya! Masya Allah!

Sampai saat ini pengetahuan manusia belum menemukan sesuatu pun yang mempunyaikecepatan melebihi kecepatan cahaya.Berdasarkan petunjuk Al Qur‘an sangat jelas disebutkan bahwa malaikat dan Jibril mempunyai kemampuan terbang 50 kali kecepatancahaya. Hal tersebut bisa dimaklumi karena penciptaan malaikat berasal dari unsur cahaya(nuur).

Suatu saat diharapkan ilmuwan muslim dapat meneliti petunjuk tersebut dan menjadi penemu yang selangkah lebih maju karena berdasarkan Al Qur‘an, kitab suci yang merupakan satu-satunya kitab yang eksak, berisi kepastian karena merupakan Firman AllahSWT.Maha benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Sumber:ajaibdananeh.blogspot.com

Hot Topics